Liburan Di Pelabuhan Ratu Tak Sekedar Menunggang Kuda Pantai

Klik nusae – Setiap liburan lebaran,kawasan objek wisata Pelabuhan Ratu,Kabypaten Sukabumi,Jawa Barat selalu menghadirkan berbagai ragam atraksi. Tentunya, lebih seru lagi kalau kita bermain di sepanjang pantai.

Ya, berkunjung ke Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tidak hanya melulu soal keindahan pantainya saja.

Banyak kawasan asyik hingga Instagramable tersebar di kawasan yang masuk ke dalam area Geopark Ciletuh ini.

Spot asyik mulai dari wisata alam, desa dengan bangunan unik, Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang keren sampai berkuda di pinggiran pantai bisa menjadi pilihan lain saat berkunjung ke Palabuhanratu.

Ada rumah  unik berbentuk perahu milik warga yang berada di Kampung Cibeas, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, bisa menjadi daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Pusat Observasi Bulan (POB).

Menurut salah seorang sesepuh, Simal Nurhaidi (80) perkampungan Cibeas baru terbentuk pada tahun 1993. Setiap bangunan unik di perkampungan memiliki makna tersendiri.

“Banyak berdiri bangunan yang unik, salah satunya rumah berbentuk perahu dengan panjang kurang lebih 20 meter. Arti pas nya saya kurang ingat, tapi ini adalah simbol bahtera yang artinya dalam naungan persatuan dan kebersamaan meskipun dalam keberagaman,” tutur pria yang akrab disapa Bah Simal sebagaimana dilansir detik.

Di pintu masuk menuju perkampungan tersebut terdapat patung Gajah Mada bersalaman dengan presiden RI pertama Sukarno.

Tidak hanya itu sebuah mushala dengan bentuk pesawat terlihat menghiasi wajah kampung tersebut.

“Patung itu penanda bahwa hingga hari ini masyarakat meyakini sejarah persatuan bangsa diwariskan oleh Patih Gajah Mada dari Majapahit yang menyatukan beberapa kerajaan di nusantara. Ikatan itu kemudian dilanjutkan oleh Presiden Soekarno melalui pernyataan kedaulatan negara dengan proklamasi kemerdekaan,” beber Abah Simal.

Rumah Adat di Kampung Sukaresmi. Foto:adhi

Bagi wisatawan yang yang senang dengan wisata alam plus-plus, bisa mencoba berkunjung ke Taman Adiwiyata yang dibangun oleh Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Sahabat Alam di Citepus, Palabuhanratu.

Di lokasi ini ada Flying Fox sepanjang ratusan meter, naik sepeda gantung, panjat dinding dan gazebo dengan pemandangan alam yang indah membentang di sepanjang pandangan mata.

Meski berada di lingkungan sekolah, spot wisata tersebut terbuka untuk umum pada hari libur termasuk libur lebaran tahun ini.

Taman tersebut juga menyejukan mata, pasalnya para pengunjung yang naik wahana playing fox dan sepeda gantung dapat menikmati pemandangan hijau dari pesawahan yang ada di sekitar taman.

Panen Padi menjadi salah satu ritual tradisi di masyarakat adat Sukaresmi,pelabuhan Ratu,Sukabumi. Foto:adhi

“Taman dibangun sebagai wujud komitmen pelestarian lingkungan. Didalamnya dibangun beberapa sarana olahraga sebagai sarana penunjang yang meliputi sepeda gantung, playing fox, wall climbing, repling, lapang volly, lapang putsal out door dan gazebo,” ungkap Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Fikri pengelola SMP IT Sahabat Alam Nasrudin Haetami.

Taman yang diresmikan oleh Bupati Sukabumi pada tanggal 23 maret 2018 tersebut pada hari aktif kegiatan belajar mengajar (KBM) taman adiwiyata hanya terbatas untuk kegiatan belajar siswa/i SMP IT sahabat alam sedangkan pada hari Minggu atau hari – hari libur terbuka untuk umum.

Anak-anak bermain di pinggir pantai Cimaja,pelabuhan Ratu sambil menyaksikan atraksi para selancar. Foto:adhi

“Untuk pemeliharaan dan pengembangan sarana masyarakat umum dapat memasuki area taman tanpa dipungut biaya namun untuk naik wahana sepeda gantung dikenakan biaya Rp25 ribu dan Flying fox Rp20 ribu perorang,” terangnya.

Pasir membentang nan bersih memanjakan mata bagi pengunjung di pesisir pantai Citepus, di tempat ini tidak puas hanya sekedar berjemur wisatawan bisa memanfaatkan sewa kuda yang bisa menjelajahi pantai Citepus Istana Presiden hingga pantai Citepus Kebon Kalapa.

Tarif sewa untuk jarak sejauh 500 meter pulang pergi hanya Rp 25 ribu, tenang saja kuda yang disediakan oleh para penyewa ini aman ditunggangi karena sudah terlatih. Meskipun begitu, pemandu akan mengantar perjalanan anda selama menunggangi kuda mereka.

“Kita akan pandu, kalau memang sudah bisa atay terlatih boleh bawa sendiri. Insya Allah kuda disini aman karena sudah terlatih,” kata Toni (22) salah seorang pemilik kuda kepada detikcom.

Untuk libur lebaran, wisata menunggang kuda buka mulai pukul 08.00 WIB pagi sampai pukul 18.00 WIB.

(adh/dtk)

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya