PT SBM-POMA Perancis Akan Bangun Cable Car di Kawasan Wisata Ciater Raya, Habiskan 300 Miliar

KLIKNUSAE.com – PT Sari Bumi Mas bekerjasama dengan POMA, perusahaan asal Prancis akan membangun lintasan Cable Car di kawasan wisata Ciater Raya.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno dalam acara The Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin 13 Mei 2024.

Sari Ater, sebagai salah satu destinasi favorit wisata di Subang, Jawa Barat, dipilih untuk menghadirkan cable car yang akan menghubungkan kawasan pariwisata pemandian air panas alami ini dengan destinasi lainnya. Seperti Tangkuban Perahu, Orchid Forest, Maribaya, hingga Lembang.

Untuk tahap pertama, rencana kerja sama antara PT SBM selaku perencana pengembangan kawasan wisata terpadu dengan POMA, akan membangun lintasan di dalam kawasan tempat pemandian air panas.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Jajal Trek Run Sari Ater, Lari Lebih 5 Km

“Saya mengucapkan selamat karena (rencana) ini sudah lama ditunggu dan ini merupakan kabar yang sangat baik,” kata Menparekraf Sandiaga.

Rencana kerja sama investasi ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

4 Juta Lapangan Pekerjaan

Termasuk, mendukung tercapainya target penciptaan 4,4 juta lapangan pekerjaan baru di sektor Parekraf di tahun 2024.

Sementara itu, Direktur Operasional PT. Sari Ater, Herrie Hermanie Soewarma, mengatakan proyek ini merupakan rencana pembangunan sarana dan prasarana pariwisata.

Khususnya, di kawasan wisata terpadu di area Pt SBM serta tingginya daya tarik Sari Ater Resort, Taman Wisata Tangkuban Perahu, Keindahan Perkebunan Teh Ciater dan yang lainya.

“Hal ini  yang mendorong PT SBM beserta para investor-nya yang tergabung di dalamnya untuk melengkapinya dengan membanguan sarana Cable Car,” jelas Herrie.

Dengan demikian, nantinya diharapkan akan dapat lebih meningkatkan dan melengkapi daya tarik di kawasan tersebut.

Menurut Herrie, berkembangnya Kabupaten Subang akhir-akhir ini juga menjadi pertimbangan  mendasar bagi proyek ini yang berlokasi di Subang Selatan:

Kawasan Industri Rebana

Proyek itu diantaranya, telah beroperasinya Pelabuhan Laut Internasional di Patiban, pembangunan Kawasan Industri Rebana di Subang Utara.

Dan, telah beroperasinya Bandara Internasional Kertajati yang diharapkan traffic-nya dalam 2 tahun kedepan.

Dengan adanya dukungan infrastruktur tadi, lanjut Herrie, nantinya akan dapat  mendorong Kawasan Wisata Ciater bukan hanya diminati oleh wisatawan nusantara (wisnu). Namun juga akan memenuhi syarat sebagai destinasi Wisata Internasional.

Dampak positifnya, terjadi peningkatan yang signifikan untuk ekonomi Kabupaten  Subang melalui PADnya.

“Bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih luas lagi. Termasuk, menimbulkan peluang yang tinggi akan terciptanya potensi berusaha bagi masyarakat melalui UMKM,” paparnya.

BACA JUGA: Sandiaga Sebut Keberadaan Balon Udara Sari Ater Bisa Jadi Unggulan

Direktur PT Sari Ater yang sekaligus Direktur Utama PT Sari Bumi Supriyanto saat berdialog dengan Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: Dok

Dalam rencana pengembangan ke depan, kawasan wisata Ciater Raya akan dibangun banyak sekali atraksi dan juga sarana pariwisata.

Termasuk, resort sehingga dapat mendukung kegiatan pariwisata yang lebih luas seperti kegiatan MICE.

Seluruh sarana dan prasarana ini akan menjadikan Sari Ater sebagai “The First Resort Cable Car in Indonesia”.

“Kami juga akan membangun golf court, yang juga akan ditunjang dengan properti di sekitarnya,” ujar Herrie.

Ditempat yang sama, Direktur PT Sari Ater sekaligus Direktur Utama PT Sari Bumi Mas, Supriyanto, optimistis rencana ini akan dapat meningkatkan daya tarik tidak hanya di Sari Ater tapi juga kawasan Subang dan sekitarnya.

BACA JUGA: Indonesia Naturhike Community Rayakan HUT Ke-2 di Sari Ater Campervan Park

International Tourism Investment Forum

Ia berharap rencana kerja sama yang akan ditandai dengan penandatanganan MoU antara Sari Ater dan POMA ini akan berjalan lancer.

Penandatangan MoU itu sendiri rencanannya akan dilakukan pada ajang International Tourism Investment Forum (ITIF), 5-6 Juni 2024 di Jakarta.

“Tujuan utama dari menghadirkan dan membangun cable car ini untuk mengubah kawasan wisata Ciater Raya dan Tangkuban Perahu ini menjadi kawasan internasional,” jelas Supriyanto.

Suasana acara “The Weekly Brief with Sandi Uno” bersama Menparekraf Sandiaga Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin 13 Mei 2024. Foto: Dok

Dengan demikan, nantinya akan bisa menarik tamu-tamu atau wisatawan termasuk juga investor.

Dibagian lain, Representatif POMA, Panca R Sarungu, mengatakan untuk pembangunan tahap pertama rencananya akan membutuhkan investasi antara Rp250 miliar hingga Rp300 miliar.

BACA JUGA: Memasuki Usia Ke-50, Sari Ater Terus Berkomitmen Mengembangkan Pariwisata Subang

Menyambung ke Tangkuban Perahu

“Di fase pertama, kita akan membangun yang pendek dulu di dalam kawasan. Pengembangan ke depannya (cable car) akan menyambung sampai ke Tangkuban Perahu itu bisa 5 kilometer,” kata Panca.

Ia optimistis rencana kerja sama ini akan menarik minat investor karena selain rencana pengembangan yang matang, Sari Ater, yang merupakan salah satu destinasi yang kaya akan potensi.

“Sudah ada 1,7 juta kunjungan wisatawan dalam satu tahun,” ujar Panca.

Ia memastikan kehadiran cable car nantinya akan memperkuat daya tarik karena teknologi yang dihadirkan POMA adalah yang terbaik.

BACA JUGA: 391.575 Wisatawan Berlibur di Jabar, Sari Ater, Pangandaran dan TSI Masih Favorit

“Ini memang sangat disayangkan kita (masih) di belakangnya Vietnam. Kalau di Vietnam sudah punya tiga (cable car) dan resortnya sampai yang punya kamar seribu,” kata Panca.

Representatif POMA lainnya, Sapta Nirwandar, beraharap rencana ini sudah dapat berjalan di bulan Oktober mendatang.

“Kita tahu Sari Ater adalah tempat yang sangat indah dan nyaman. Apalagi daya tarik dari thermal (air panas) saat ini sedang menjadi tren di negara-negara Eropa,” ujar Sapta.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani Mustafa, berharap penandatanganan MoU di dalam kesempatan ITIF nantinya akan dapat dengan mudah menarik investor.

“Kita akan perkenalkan di ITIF sehingga bisa kita langsung tawarkan ke investor yang hadir,” ujar Rizki. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya