Gubernur Ridwan Janjikan Kadin Yang Pertama Ikut Proyek “Little Dubai”

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Kadin Jawa Barat Periode 2019-2024,Selasa malam (9/4/2019) di Gedung Sate. Foto:Klik nusae/adhi

Klik nusae – Ini angka yang fantastis sekaligus peluang besar untuk mengembangkan produk usaha lokal. Tokopedia mencatat perputaran setahun bisnis digital di Jawa Barat mencapai Rp 6 triliun.

“Di Jawa Barat kelas menengah,hampir 60 persen bisnis UMKM-nya berjalan cukup baik. Kemarin saya ketemu dengan Tokopedia bahwa pemasaran produk UKM melalui bisnis digital masih sangat terbuka lebar,” demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat periode 2019-2024 di Gedung Sate,Selasa malam (9/4/2019).

Terkait hal itu,lanjut Emil-sapaan Gubenur Jabar ini, pihaknya telah memberikan lisensi kepada Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati agar dalam dua bulan ini dibangun pusat logistik e-commerce (transaksi jual beli secara elektronik) di Indonesia.

“Ini juga untuk mengimbangi bandara yang akan menjadi transit umroh haji. Memang bandara masih sepi,tapi jangan khawatir bapak-ibu.Bandara lain juga lima tahun baru take off-nya. Jadi tong hariwang (jangan khawatir),” lanjut Emil.

(foto:adhi)

Emil menggambarkan “kecerahan” masa depan Jawa Barat terlihat dari statistik bisnis yang terus naik. Investasi yang masuk ke Jawa Barat pada tahun 2018 mencapai Rp 160 triliun. Masuk peringkat teratas di Indonesia.

“Kita harus bangga,kenapa Jawa Barat disenangi banyak orang. Terbukti kita menjadi juara nomor satu dalam hal investasi. Disusul kemudian oleh Jakarta,Jawa Timur,Banten dan Jawa Tengah,” tambahnya.

Pertanyaannya kemudian,kenapa Jabar disukai oleh investor.

“Pertama, karena infrastrukturnya sangat baik dan akan terus kita perbaiki. Disamping itu,kelebihan kita adalah karena dekat dengan Jakarta. Letak ,geografis ini yang tidak dimiliki oleh daerah lain,kecuali Banten,” kata Emil.

(foto;adhi)

Dalam hal infrastruktur Emil mengemukakan bahwa  kedepan Jawa Barat minimal  memiliki lima bandara yang oleh pemvrov Jabar saat ini sudah dipersiapkan.

Bandara yang dimaksud adalah  bandara Kertajati Majalengka,Husein Sastranegara Bandung,Bandara di Pangandaran,Bandara Sukabumi,Bandara Cirebon dan Bandara Tasikmalaya.

“Untuk Bandara Sukabumi rencananya tahun ini sudah akan mulai ground breaking. Bandara Tasikmalaya juga sudah di-upgrade. Jadi sudah semakin baik. Dengan demikian semakin banyak konektivitas itu akan membuka peluang ekonomi,” tandasnya.

Begitu pun dengan pelabuhan,ada Patimbang yang memiliki ukuran sebesar pelabuhan Tanjung Priok.

“Insya Allah, kalau pembangunan pelabuhan Patimbang selesai dalam dua tahun, aktivitas bongkar muat tak perlu lagi ke Tanjung Priok. Desain Patimbang juga kelas dunia. Sekarang dari Bekasi ke Tanjung Priok mungkin lebih mahal dari Tanjung Priok ke Shanghai,” ujar Emil.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Tatan Pria Sudjana. Foto:adhi

Terakhir, Emil memaparkan bahwa dirinya sedang menyelesaikan “mimpi besar” menjadikan Jawa Barat sebagai Little Dubai.  Salah satunya  dengan mengedepankan segitiga Kertajati,Patimban dan Cirebon sebagai pusat pembangunan ekonomi. Termasuk didalamnya juga ada Kuningan dan Indramayu.

“Atau kita bisa juga kita  menyebutnya segitiga Rebana (Cirebon,Patimban dan Kertajati). Disini tanahnya masih murah,buruhnya dengan UMR Rp 1,7 juta. Oleh sebab itu saya sedang mencoba melobi pemerintah pusat agar daerah ini bisa masuk kawasan ekonomi khusus (KEK),” ungkap Gubernur Emil.

Wakil Ketua Umum Bidang Industri Pariwisata,Hotel dan Restoran, H Ato Hermanto. Foto:adhi

Dari berbagai prospek tersebut,Emil mengajak pengurus Kadin beserta anggotanya untuk bisa saling bersinergi mengisi peluang-peluang yang ada.

“Terus terang saja, saya ini ditunggu oleh beberapa investor dari Timur Tengah,kapan  bisa memulai kerjasama. Tapi saya tahan dulu,menunggu sampai pelantikan kepengurusan Kadin selesai. Jadi setelah ini kita harus ngabret (ngebut),” papar Emil disambut gemuruh tepuk tangan undangan yang hadir.

Gubernur Emil menjanjikan anggota Kadin Jawa Barat akan menjadi shaf pertama dalam setiap upaya kerjasama investasi.

“Nanti anggota Kadin Jawa Barat yang akan kita berikan kesempatan pertama. Tergantung klasifikasinya. Kalau tidak mampu,baru saya akan berikan kesempatan dari luar,” ujarnya.

(adh)

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya