Menpar Arief : Customer 70 Persen Sudah Search Digital

Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya saat berbicara didepan pelaku bisnis di launching kerja sama digital antara Kemenpar dan Expedia di kantor Expedia Singapura,Jumat (19/10/2018). Foto:Dokpar.

JELAJAH NUSA – Pesatnya pertumbuhan internet dan penggunaan smartphone jadi penyebab  munculnya revolusi berbasis teknologi digital di industri pariwisata. Untuk mengantisipasinya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meningkatkan kerja sama dengan Expedia.

Tidak tanggung-tanggung, Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung hadir di acara launching kerja sama digital antara Kemenpar dan Expedia yang dilaksanakan di kantor Expedia Singapura. Tepatnya di area Beach Road, Singapura, Jumat (19/10/2018).

Expedia adalah salah satu Online Travel Agent (OTA) internasional terbesar yang ada di 75 negara. Expedia menyediakan penerbangan, hotel, penyewaan mobil, kapal pesiar, tiket atraksi, paket perjalanan, dan lainnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, tren saat ini baik personal, mobile, dan interactive, sudah serba digital. Penggunaan teknologi digital ini dianggap empat kali lebih efektif dibandingkan media konvensional.

“Costumer kita sudah berubah, 70 persen search and research sudah digital. Akan menjadi aneh kalau kita juga tidak digital,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, pangsa pasar travel agency online meningkat hingga Rp 3 triliun pada 2015. Diproyeksikan tumbuh 28 persen menjadi Rp 10 triliun di tahun 2020.

“Teknologi digital pada pariwisata digunakan untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan seamless customer experience dalam mencari (look), memesan (book), dan membayar (pay) layanan wisata,” ungkapnya.

Dengan kerja sama ini, akan muncul tren sharing economy di sektor pariwisata. Model bisnis berbagi ini merupakan cara baru yang dilakukan oleh generasi baru untuk melakukan bisnis dengan cara yang efisien.

“Karena saling berbagi dalam memanfaatkan aset atau resources. Maka terjadilah sharing economy,” tambahnya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, busnis berbagi ini sangat berdampak pada pariwisata. Dari sisi informasi 90%, akomodasi 89%, dan transportasi 88%.

“Hal ini tentu sangat penting untuk pariwisata Indonesia yang tumbuh 22 persen pertumbuhan wisatawan, tiga kali lebih tinggi dari pasar regional dan global,” pungkasnya.

Kemenpar melalui Asdep Strategi dan Komunikasi Pemasaran II sebenarnya sudah melakukan kerja sama dengan Expedia. Kerja sama berupa publikasi selama dua tahun berturut-turut dari tahun 2016 hingga 2017.

Tahun ini, Asdep Strakom II dan Expedia juga akan memperluas area kerja sama digital. Yaitu integrasi website indonesia.travel dengan platform Expedia.

“Tujuan kerja sama digital dengan melakukan integrasi web indonesia.travel dengan platform Expedia adalah, untuk membuat pengunjung web indonesia.travel dapat melakukan pembelian produk Expedia pada platform Expedia. Sehingga melengkapi alur Look-Book-Pay di web indonesia.travel,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya.

Nia berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan angka traffic ke website promosi pariwisata www.indonesia.travel sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dari 18 target pasar.

“Selain itu Expedia juga diharapkan menyediakan diskon atau kupon sehingga harga yang diberikan bisa lebih terjangkau,” harap Nia.

(adh)

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya