Ribuan Orang Bersiap Mengikuti Pemuteran Bay Festival

Pemuka agama di Kabupaten Buleleng,Bali tengah mengantarkan doa agar pelaksanaan Pemuteran Bay Festival berjalan lancar. Foto:IG

JELAJAH NUSA – Kabupaten Buleleng,Bali dipastikan bakal riuh-rendah oleh ribuan pengunjung. Apalagi kalau bukan karena hadirnya event Pemuteran Bay Festival akan  berlangsung mulai besok, Rabu (12/12/2018) hingga 15 Desember 2018 mendatang.

Wisata berbasis alam yang menjadi agenda tahunan ini bakal dihelat di dua tempat. Tepatnya di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng dan Tanjung Budaya Dalem, Bali.

Wisata alam Kabupaten Buleleng memang layak dieksplorasi karena sangat keren. Buleleng memiliki pantai sepanjang lebih kurang 144 km.

Daerah ini juga memiliki hasil pertanian yang melimpah, termasuk dikenal sebagai penghasil salak dan jeruk keprok.

Lebih lanjut, Buleleng juga memiliki objek pariwisata yang cukup banyak. Contohnya Pantai Lovina, Pura Pulaki, dan Air Sanih.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ni Wayan Giri Adnyani, menjelaskan bahwa di kawasan pariwisata Lovina terdapat delapan desa.

Desa-desa itu ialah Pemaron, Tukad Mungga, Anturan, Kalibukbuk, Kaliasem, Temukus, Tigawasa, dan Kayu Putih.

Kemudian, di kawasan pariwisata Batu Ampar terdiri dari delapan desa, yaitu Penyabangan, Banyupoh, Pemuteran, Sumberkima, dan Pejarakan.

Selanjutnya, di kawasan pariwisata Air Sanih terdapat 10 desa, seperti Desa Bukti, Pacung, Sembiran, Julah, Bondalem, Tejakula, Les, Penuktukan, Sambirenteng, dan Tembok.

Untuk kawasan daya tarik wisata khusus Pancasari ada enam desa, yaitu Pancasari, Munduk, Wanagiri, Gesing, Gogleg, dan Umejero.

“Masing-masing daerah atau desa memiliki keunikan tersendiri, sehingga berdasarkan Peraturan Bupati Buleleng No.51/2017 ditetapkan 86 daya tarik wisata, antara lain Taman Nasional Bali Barat, Pura Jaya Prana, Taman Laut Menjangan, Air Panas Banyuwedang, Air Terjun Pengumbahan, dan Danau Buyan,” ujar Giri, Minggu (9/12/2018).

Terkait Pemuteran Bay Festival, ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut berlangsung berdasarkan komitmen masyarakat Desa Pemuteran untuk melakukan konservasi lingkungan. Juga mewujudkan Pemuteran sebagai tujuan wisata alternatif berbasis pemberdayaan masyarakat.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar, Ricky Fauzi, menambahkan bahwa Pemuteran Bay Festival sudah digelar sejak 2015.

Dari tahun ke tahun, kegiatan terus dievaluasi agar lebih menarik dan tidak terkesan monoton.

“Tahun ini, ada beberapa rangkaian kegiatan yang bisa diikuti, yaitu sharing with the founder of biorock technology, the rwa bhineda, creative talk, art and healing session, dan workshop olah sampah plastik,” ucapnya.

Dengan adanya Pemuteran Bay Festival, secara umum tercatat ada 954.730 wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Buleleng pada 2017.

Terdiri dari wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 681.966 orang dan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 272.764 orang.

“Untuk tahun 2018, ditargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 1.002.466 orang, dengan rincian winus 716.064 orang dan wisman 286.402 orang,” kata Ricky.

Dengan segala potensi yang ada, tak mengherankan bila kemudian Pemuteran meraih sejumlah prestasi atau penghargaan.

Contohnya, masuk Top 10 Lonely Planet Terbaik Asia 2016 terkait keberadaan terumbu karang hasil teknologi biorock. Pemuteran juga terpilih sebagai Best in Responsible Tourism “Coral Reef Revival Impetus in Pemuteran Village, Bali” dari International Travel & Tourism Awards 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun berharap perkembangan ekowisata semakin meningkat. Tak hanya jumlah pengunjung yang meningkat, tetapi juga bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam.

“Jika alam semakin dilestarikan, maka masyarakat pun akan semakin sejahtera. Dibanding industri lain, pariwisata paling ramah lingkungan. Khusus wisata berbasis alam, setidaknya telah memberi kontribusi lebih dari 5 persen dari jumlah global,” pungkasnya.

(adh)

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya