Operator Inbound Soroti Strategi Wisata Pangandaran, Herman Rukmandi Usulkan Segmen Pasar Wisman

KLIKNUSAE.com — Pelaku industri pariwisata inbound senior, Herman Rukmandi, menegaskan pentingnya Pemerintah Kabupaten Pangandaran menentukan segmen pasar wisatawan mancanegara (wisman) yang ingin disasar.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan kesiapan fasilitas serta menciptakan pengalaman berwisata yang nyaman dan menyenangkan bagi wisatawan.

“Pemerintah harus jelas menentukan segmen pasar wisman yang akan ditarik. Dari situ baru bisa diukur fasilitas seperti apa yang harus disiapkan, sehingga mereka benar-benar merasa enjoyable saat datang,” ujar Herman saat berbicara dalam forum Coffee Morning Vol IV GIPI Jawa Barat, Rabu 29 April 2026 di Saung Angklung Udjo.

Selain fasilitas, Herman juga menyoroti persoalan akomodasi yang dinilai belum stabil.

Ia menyebut fluktuasi harga kamar hotel di Pangandaran kerap tidak terkendali, sehingga menyulitkan para operator inbound dalam menyusun paket perjalanan.

“Satu hal yang paling krusial untuk kami operator adalah harga kamar hotel di Pangandaran tidak pernah benar. Minggu harga kamar Rp500 ribu, pas libur Lebaran bisa Rp5 juta,” ungkapnya.

Menurut Herman, ketidakpastian harga ini berdampak langsung terhadap paket wisata yang biasanya telah dirancang jauh hari, bahkan hingga satu tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah operator inbound memilih menghentikan penjualan paket ke Pangandaran.

“Kalau harga berubah-ubah, tentu akan memengaruhi paket yang sudah kami siapkan. Itu sebabnya banyak operator, termasuk saya, akhirnya keluar dari Pangandaran,” katanya.

Padahal, lanjut Herman, pada era 1990-an Pangandaran sempat menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara dari berbagai negara.

Saat itu, kondisi pantai masih bersih, nyaman, dan relatif minim gangguan aktivitas, sehingga memberikan pengalaman berwisata yang optimal.

“Dulu suasananya sangat indah. Pantainya bersih dan nyaman, wisman benar-benar bisa menikmati,” ujarnya.

Herman sendiri telah berkecimpung di industri inbound selama hampir 40 tahun.

Wisman Mandiri

Herman Rukmandi, operator senior inbound yang sudah hampir 40 tahun membawa wisatawan mencanegara ke Indonesia. (Foto: Kliknusae.com/Adhi)

Dalam hal aksesibilitas, Herman menilai transportasi sebenarnya bukan persoalan utama.

Sejak dahulu, wisatawan mancanegara telah terbiasa menggunakan kereta api menuju Banjar, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangandaran dengan bus.

“Bus biasanya sudah berangkat lebih dulu ke Banjar membawa koper. Setelah wisatawan turun dari kereta, langsung melanjutkan perjalanan ke Pangandaran,” jelasnya.

Namun demikian, ia menambahkan bahwa wisman mandiri yang tidak menggunakan jasa operator masih membutuhkan dukungan transportasi lanjutan. Seperti layanan feeder dari Banjar menuju Pangandaran.

Selama ini, pola perjalanan wisatawan mancanegara umumnya dimulai dari wilayah barat ke timur, yakni Jakarta–Bandung, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kereta ke Banjar.

Setelah menginap dua malam di Pangandaran, perjalanan biasanya diteruskan ke Yogyakarta atau kawasan Dieng.

hadir dalam acara Coffee Morning tersebut Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Wali Kota Banjar Sudarsono, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Iendra Sofyan, Ketua GIPI Jawa Barat Herman Muchtar, serta para ketua asosiasi pariwisata lainnya. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya