Ingatkan Disiplin Berkendara, Pemkot Bandung Gulirkan “Simpang Sejuta Selamat”

KLIKNUSAE.com – Di salah satu simpul lalu lintas tersibuk di Bandung, upaya membangun disiplin berkendara kembali digulirkan.

Pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026, Komunitas Edan Sepur menggelar kegiatan bertajuk Simpang Sejuta Selamat di kawasan Simpang Lima.

Pertemuan Jalan Asia Afrika, Ahmad Yani, Gatot Subroto, dan Sunda.

Koordinator Daerah 2 Bandung Komunitas Edan Sepur, Abdullah Putra Gandhara, mengatakan kegiatan ini merupakan pengembangan dari edukasi keselamatan yang selama ini difokuskan di perlintasan sebidang.

Kini, perhatian diperluas ke persimpangan jalan, titik yang tak kalah rawan pelanggaran.

“Perilaku pengendara di persimpangan masih banyak yang berisiko, seperti menerobos lampu merah atau berhenti melewati zebra cross,” ujar Abdullah.

Pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. Simpang Lima Asia Afrika dinilai memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang relatif tinggi.

Sekaligus, berdekatan dengan perlintasan sebidang. Kondisi ini menjadikannya titik strategis untuk intervensi edukasi.

Kegiatan ini tak berjalan sendiri. Sejumlah instansi dilibatkan, mulai dari Dinas Perhubungan Kota Bandung, kepolisian, hingga Satpol PP.

Bandung Siaga 112

Layanan kegawatdaruratan seperti PSC 119 dan Bandung Siaga 112 juga turut ambil bagian.

Selain sosialisasi, penindakan tetap dilakukan. Pelanggaran yang ditemukan di lapangan langsung ditindak melalui penilangan oleh kepolisian dengan perangkat handheld.

“Penindakan tetap dilakukan sebagai bagian dari edukasi,” kata Abdullah.

Tak hanya soal kepatuhan terhadap rambu, kegiatan ini juga menyasar pemahaman masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Edukasi mencakup langkah penanganan awal kecelakaan hingga pemanfaatan layanan panggilan darurat.

Bagi komunitas ini, Simpang Sejuta Selamat bukan sekadar agenda insidental. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari gerakan Budaya Disiplin yang pernah digagas sebelumnya, kini dengan cakupan yang lebih luas.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan berlangsung rutin setiap tiga pekan di sejumlah titik lain, seperti kawasan Merdeka–Aceh dan Dago.

Targetnya sederhana, meski tak mudah dicapai: menekan angka kecelakaan dan membangun kesadaran kolektif pengguna jalan.

Di simpang yang riuh itu, disiplin lalu lintas masih menjadi pekerjaan rumah. Dan seperti biasa, perubahan dimulai dari upaya yang berulang. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya