Tahun Depan,Kemenpar Targetkan Devisa Pariwisata Rp 280 Triliun

Menteri Pariwisata Arief Yahya. Foto:IG

JELAJAH NUSA -Persaingan pariwisata di kawasan Asian makin ketat. Berbagai upaya dan cara dilakukan untuk menggaet kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya. Kondisi ini masih akan terus berlangsung di tahun 2019 mendatang. Kementerian Pariwisata sendiri mematok target devisa di sektor parwisata sebesar Rp280 triliun  pada 2019.

Selain itu, Indonesia juga membidik status terbaik semua lini di kawasan regional. Oleh sebab itu, seluruh komponen pariwisata terus digerakan.

“Persaingan sekarang, yang cepat mengalahkan yang lambat. Performansi pariwisata saat ini bagus, tapi harus ditingkatkan terus. Pariwisata Indonesia tumbuh cepat, tapi Vietnam yang tercepat. Para pesaing harus terus diciptakan kalau ingin maju. Sebab, target 2019 ini besar. Target kenaikan devisanya juga tinggi,” kata dia pada Rabu (31/10/2018).

Target devisa itu meningkat dibandingkan tahun ini yang telah mencapai Rp223 triliun. Target pada kontribusi PDB Nasional juga naik 0,25 persen atau menjadi 5,5 persen pada 2019.

Hal lain, jumlah tenaga kerja di sektor itu dipatok mencapai 13 juta orang atau naik dibandingkan dengan saat ini yang mencapai 12,6 juta orang.

Posisi menjanjikan pariwisata Indonesia terlihat dari pertumbuhan wisman 22 persen pada 2017. Di level ASEAN juga tumbuh 7 persen dan global mencapai 6,4 persen. Namun, kecepatan pertumbuhan Indonesia di bawah Vietnam di angka 29 persen.

“Vietnam pertumbuhannya tercepat karena melakukan deregulasi besar-besaran di semua lini. Kami juga sudah mengarah ke sana. Untuk terus mengoptimalkan performansi, kami sudah menyiapkan banyak strategi,” tegas Arief.

Untuk mewujudkan target besar pariwisata di 2019, ada beberapa formulasi untuk menjaring wisman. Ini terdiri dari Super Extra Ordinary EffortExtra Ordinary Effort, dan Ordinary Effort.

Selain itu, ada Program Super Extra Ordinary Effort terdiri Border TourismTourism Hub, dan Low Cost Terminal. Lalu, Extra Ordinary Effort terdiri Incentive AccessHot Deals, dan CDM.

“Kami optimistis bisa memenangkan pasar. Sebab, kami memiliki fleksibilitas tinggi. Anggaran untuk tahun depan juga cukup kompetitif,” terang Arief lagi.

Disamping melakukan penguatan internal, kolaborasi besar juga dilakukan oleh Kemenpar, salah satunya adalah meneken kerja sama dengan Kementerian Desa pada Selasa.

Kerja sama ini dilakukan Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, PDTT dengan Deputi Bidang Pengembangan Industri Kelembagaan Kemenpar.

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes Taufik Madjid mengatakan selain kerja sama, kualitas kerja sama antara keduanya pun ditingkatkan.

“Melalui sinergi ini, kami bisa bersama mengembangkan potensi pariwisata 10 Destinasi Prioritas. Sebab, ada dana desa yang bisa terus dioptimalkan untuk pengembangan pariwisata,” ungkapnya.

(adh)

 

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya