Sulsel Dimata Wisman Australia

Batik Nusantara yang mampu membuat decak kagum masyarakat Australia. Foto:IG

JELAJAH NUSA – Indonesia membentang dengan berbagai alam yang indah,budaya yang kaya kreasi dan kuliner dengan citra rasa tinggi. Hampir diseluruh nusantara menyimpan potensi wisata yang tak akan pernah habis.

Salah satunya Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat promo di KBRI Canberra lewat pameran budaya bertajuk “Heritage of Indonesia” ratusan WN Australia berdecak kagum.

Di even ini Sulsel menampilkan berbagai keanekaragaman budaya khas Sulawesi Selatan serta motif batik Nusantara. Mulai dari kesenian tari, kuliner hingga baju tradisional wilayah yang punya Ibukota Makassar tersebut.

Pameran budaya ini dibuka dengan cara unik, yaitu oleh tarian Mappadendang, yang dibawakan oleh murid-murid Telopea Park High School. Di mana, mereka adalah warga asli Australia.

Kain tenun, sutera Bugis dan miniatur rumah tradisional dari daerah Sulawesi Selatan dipamerkan di Wisma Indonesia, KBRI Canberra. Para panitia pun senada menggunakan corak baju bodo khas Sulawesi Selatan.

Caecilia Legowo, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Canberra, yang merupakan istri dari Dubes RI untuk Australia, Y Kristiarto S. Legowo menuturkan acara ini diselenggarakan untuk mempromosikan salah satu budaya Indonesia,

“Pesona budaya Indonesia tersebut merupakan produk dari berbagai budaya di Tanah Air. Kemajemukan masyarakat telah menjadi pemersatu masyarakat Indonesia”, ujarnya,pekan ini.

Ada juga peragaan busana dari Tanah Air seperti batik Toraja, tenun serta bordir dari beberapa daerah seperti yakni NTT dan Tasikmalaya. Berbagai desainer yang juga terlibat yakni Rudy Chandra, Nita Senoadji, Handy Hartono dan Defrico Audy. Busana-busana ini ditampilkan oleh pelajar yang tinggal di Canberra.

Selain itu, ada juga kuliner-kuliner khas Sulawesi Selatan, seperti Coto Makasar, ikan Palumara, Palubutung dan Jalangkote.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Imran Hanafi, juga berpartisipasi untuk mengenalkan langsung budaya Sulawesi Selatan. Imran juga berasal dari Kota Makassar. Ia menuturkan suguhan masakan dari daerah Sulsel pada acara ini bertujuan agar publik Australia dapat lebih mengenal potensi kuliner Provinsi Sulsel.

Salah satu pengunjung, Lindy Ross, yang merupakan Ketua Women’s International Club (WIC) Canberra turut memberikan pujian terhadap program DWP KBRI Canberra ini.

“Kombinasi dan perpaduan acara antara pertunjukan budaya, kuliner dan peragaan busana batik, sangat menarik perhatian saya,” aku Lindy Ross.

Lindy pun mengaku ia ingin pergi berwisata ke Jawa dan Kalimantan.

“Pasti akan menjadi pengalaman menarik untuk saya guna mengenal lebih dekat negara tetangga terdekat Australia,” paparnya.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Duta Besar Guatemala dan Malaysia serta sejumlah istri Dubes asing, yakni Prancis, Denmark, Maroko, Meksiko, Singapura, Brunei Darussalam dan Timor Leste serta beberapa diplomat Australia yang pernah bertugas di Jakarta.

(adh)

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya