Henry Husada: Kirab Padjadjaran Bukan Sekadar Budaya, Tapi Penggerak Ekonomi
KLIKNUSAE.com – Gelaran Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Kabupaten Sumedang pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, menuai apresiasi dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Henry Husada yang menilai kegiatan tersebut tak sekadar menjadi ajang pelestarian budaya. Tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Event seperti ini patut kita apresiasi. Bukan hanya mengingat perjalanan panjang sejarah masyarakat Jawa Barat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM,” ujar Henry.
Ribuan warga tampak memadati kawasan pusat kota sejak sore hari. Antusiasme terlihat di sepanjang rute kirab.
Terutama saat arak-arakan Mahkota Binokasih melintas dengan iringan kereta kencana di jalan utama Sumedang.
Warga dari berbagai kalangan, mulai dari pedagang hingga komunitas lokal, merasakan langsung dampak kegiatan tersebut.
Lilis, warga Gunung Puyuh Permai, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menyaksikan kirab di depan Alun-alun Sumedang.
“Senang lihat acara budaya seperti ini, ajak anak sama suami nonton,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Asep dari paguyuban Asep Sumedang. Ia mendukung penuh kegiatan kebudayaan tersebut.
Meningkat Signifikan

Henry Husada, Bapak UMKM Jawa Barat saat berdialog dengan pelaku usaha UMKM. (Foto: Kliknusae.com/Dok)
Menurutnta event seperti ini penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.
“Setuju kalau diselenggarakan setiap tahun,” katanya.
Dampak ekonomi juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil. Santi, pedagang es teh di kawasan Alun-alun, mengaku penjualannya meningkat signifikan.
Dalam sehari, ia mampu menjual hingga tiga galon es teh, jauh di atas penjualan hari biasa yang hanya satu galon.
“Alhamdulillah, kalau ada acara seperti ini penjualan naik banyak,” ujarnya.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, kegiatan budaya semacam ini selalu memiliki efek berantai terhadap perekonomian lokal.
“Potensi ekonomi pasti tinggi. Kegiatan seperti ini juga melahirkan UMKM baru,” kata dia.
Sedangkan, Dony Ahmad Munir menyebut tingkat hunian hotel di Sumedang meningkat selama acara berlangsung.
“Hotel penuh, restoran penuh. Saya yakin UMKM di Sumedang berkembang,” ujarnya.
Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran menjadi cermin bagaimana warisan budaya tak hanya dijaga sebagai identitas.
Namun, juga dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi daerah. Pemerintah daerah pun berencana meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun mendatang. Hal itu guna menangkap potensi yang lebih besar. ***



