Ketertarikan Pencarian Mancanegara ke Jabar Versi Google Hanya 1 Persen

KLIKNUSAE.com – Ketertarikan melalui pencarian dari mancanegara yang ingin berkunjung ke Jawa Barat versi Google hanya 1 persen.

Kondisi ini menandakan, perlu adanya upaya lebih  gencar dalam mempromosikan potensi wisata yang ada di Jawa Barat.

“Jumat kemarin, kami  baru melakukan pertemuan dengan Google di Jakarta. Yang sangat mengejutkan, pencarian secara internasional, mereka yang interest mencari hotel di Jawa Barat itu hanya 1 persen. Dan secara Asia, West Java itu 0 persen,” kata Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Cita Hepiningtias, M.MPar dalam acara Dialog Pariwisata di Grand Hotel Tebu, Kota Bandung, Jumat 19 Mei 2023.

BACA JUGA: PHRI Jabar Kembali Gelar Pelatihan Penjamah Makanan Siap Saji

Berdasar data diatas, Cita berharap, pemerintah provinsi Jawa Barat bisa lebih memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder (swasta).

“Akhirnya sepertinya kita harus usaha lebih (extra effort) untuk menghidupi diri kita sendiri, bagamana memikirkan agar usaha masing-masing kita bisa bertahan. Ini yang menjadi tantangan kita,” lanjut Cita—yang juga General Manager GH Universal Hotel Bandung ini.

Senada dengan Cita, Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Jawa Barat, Budijanto Ardiansjah juga mengingatkan pemerintah daerah (Jawa Barat) harus serius mensikapi kondisi sektor pariwisata.

BACA JUGA: Ultah Arion Suites Hotel Bandung Dirayakan Bersamaan Safari Ramadhan PHRI

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bandung, Cita Hepiningtias, M.MPar dan Ketua PHRI Garut H Deden Rachim saat mengikuti dialog pariwisata Jawa Barat, Jumat 19 Mei 2023. Foto: Adhi

Terutama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. Sebab, berbangga dengan kedatangan wisatawan domestik, belum tentu menjadi indikator kebangkitan sektor pariwisata.

“Bisa jadi mereka itu hanya cross border, hanya melintas saja di Jawa Barat. Bahwa sesungguhnya tujuan mereka itu ke destinasi di luar Jawa Barat,” tandasnya.

Oleh sebab itu, Budijanto memberikan ‘warning’ kepada Pemprov Jawa Barat untuk tidak terlela karena beberapa daerah lain, sektor pariwisatanya lebih cepat bangkit dan bertumbuh.

BACA JUGA: PHRI Jawa Barat Gelar Direct Promotion di Surabaya dan Malang

Pemerintah Kurang Maksimal

Sementara itu,Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar mengatakan, promosi saat ini banyak dilakukan dari para anggota PHRI.

Sedangkan pemerintah masih kurang maksimal dan mengakibatkan rendahnya okupansi.

“Tanpa ada promosi jangan dikira orang akan datang ke Bandung atau Jabar. Saya katakan tidak ada kenaikan okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi, tahun kemarin masih 63 persen tahun ini 62,5 persen,” tegas Herman.

BACA JUGA: KEK Pariwisata Lido Menjadi Magnet Baru Wisata di Bogor

Suasana acara Dialog Pariwisata Jawa Barat dengan tema “Bangkitkan Kembali Pariwisata Jawa Barat”. Foto: adhi

PHRI Jabar sampai saat ini belum merasakan dampak dari promosi pemerintah. Tanpa adanya promosi, sangat sulit Jabar kedatangan para wisatawan yang banyak.

Apalagi, kini wisawatan banyak yang memilih berlibur ke wilayah Jateng.

“Kita gak merasakan adanya promosi. Orang (wisatawan) sudah lari ke Jakarta ke Jateng, Jogja, Bali. Jabar cuma dilewati. Makanya kami minta untuk sama-sama promosi,” ungkapnya.

Selain promosi pariwisata yang kurang, kata Herman, event yang diadakan di Jabar juga belum bisa meningkatkan okupansi hotel. 

BACA JUGA: Sandiaga Mengajak Anak Muda Bandung Barat Jadi Entrepreneur

Para wisatawan yang datang pun masih dipenuhi warga Jabar itu sendiri, belum bisa menarik wisawatan dari luar provinsi.

“Mana ada event didatangi orang dari luar, misal di Bandung, hanya lokal. Pariwisata itu gak hanya mengundang keramaian tapi harus wisatawan yang hadir, jangan cuma orang lokal saja, sejauh ini hanya mengundang crowd (keramaian) saja,” katanya.

Namun demikian,Herman menjelaskan, ada beberapa wilayah di Jabar yang terpantau mendapatkan okupansi tinggi. 

Beberapanya ada di wilayah Cirebon, disusul Bogor, Kota Bandung, Garut dan Pangandaran.

BACA JUGA: Pelaku Pariwisata Sumedang Minta Pemprov Jabar Antisipasi Pembukaan Tol Cisumdawu

Ketua Kadin Jawa Barat Cucu Sutara. Foto: Adhi

Masyarakat Pariwisata Harus Bersatu

“Pangandaran termasuk rendah, tinggi kalau liburan, kalau hari biasa enggak, ini tugas kita semua. Makanya pemerintah harus bikin program yang nyambung dengan kondisi di lapangan,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cucu Sutara menekankan agar inilah saat semua elemen masyarakat pariwisata bersatu.

“Mari kita kuatkan kolaborasi, supaya pariwisata Jawa Barat tidak semakin tertinggal dengan daerah-daerah lain. Dan, kepada pemerintah agar serius dalam hal membangkit sektor pariwisata,” pintanya.

BACA JUGA: Pariwisata Indonesia Ditawarkan ke Investor Singapura, Ini Tujuannya

Dalam Dialog Pariwisata dengan tema “Bangkitkan Kembali Pariwisata Jawa Barat” itu hadir beberapa unsur pimpinan asosiasi.

Seperti Ketua  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Cucu Sutara, Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Jawa Barat, Budijanto Ardiansjah.

Kemudian juga dari unsur pemerintah diantaranya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, dan stakeholdert lainnya. ***

 

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya