Sohibul Iman Sebut UMKM Masih Jadi Entitas Bisnis Tangguh, Tapi Ini Kekurangannya

KLIKNUSAE.com – Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Dr Mohamad Sohibul Iman mengemukakan bahwa Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) merupakan entitas bisnis yang paling tangguh saat ini.

Pada saat terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998 silam, sektor inilah (UMKM) yang masih bisa menopang perekonomian nasional.

“Oleh karena itu, kita memang harus mempunyai perhatian yang kuat kepada sektor ini. Sehingga kita bisa menumbuhkan UMKM, bukan saja sebagai pemain lokal, tetapi mereka harus kita dorong menjadi pemain global,” kata Sohibul saat berdiskusi dengan CEO Kagum Group Henry Husada di Gedung Bidakara, Jakarta, 25 September 2023 lalu.

Dalam kesempatan pertemuan dua tokoh asal Jawa Barat tersebut, banyak hal yang dibahas terkait perkembangan pelaku UMKM di Indonesia.

BACA JUGA: Choky Sitohang Berikan Tips Mengembangkan UMKM Supaya Bisa Berdaya Saing

Sohibul Iman sendiri merupakan politisi yang berasal dari Tasikmalaya. Saudara kandung mantan Wali Kota Bandung mendiang Oded M Danial ini pernah menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera sejak 10 Agustus 2015 hingga 5 Oktober 2020.

Sebagai salah satu petinggi di PKS Sohibul juga sangat memberikan perhatian serius terhadap pelaku usaha kecil, UMKM.

Henry Husada, CEO Kagum Group berjabat tangan dengan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Dr Mohamad Sohibul Imanm usai acara dialiog UMKM di Gedung Bidakara, Jakarta, Senin 25 September 2025. Foto: Ist

Pada kata pengantar dialog, Henry mengemukakan dalam persaingan pasar global saat ini, UMKM sudah seharusnya naik kelas. Dengan cara itu, maka produk yang dihasilkan mereka juga bisa masuk bursa global.

“Saya banyak membaca artikel pak Sohibul ini, sangat memperhatikan sekali soal keberadaan UMKM di tanah air,” kata Henry.

BACA JUGA: Pengelola KM 260B Banjaratma Bawa UMKM ke Sarinah Mall Jakarta

Kapasitas Produksi

Menurut Sohibul, untuk mencapai kenaikan kelas bagi UMKM masih banyak persoalan yang harus diselesaikan.

“Selama ini kendala yang dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan dalam menyediakan kapasitas produksi. Disinilah, diperlukan kehadiran pemerintah, bagaimana membantu mereka untuk bisa menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing global,” paparnya.

Selanjutnya, peningkatan dari sisi manajemen juga sangat diperlukan, disamping juga tak kalah pentingnya yakni support permodalan.

“Dua hal ini saya kira sangat penting untuk diselesaikan,” tandasnya.

BACA JUGA: Pengacara Hotma Sitompul Siap Mendampingi Pelaku UMKM Jawa Barat

Sohibul menceritakan pengalaman dirinya saat mengambil gelar S3, bahwa ketika itu ia mendapatkan adanya program dari pemerintah. Dimana, menyambungkan (link and match) UMKM dengan perusahaan besar bahkan perusahaan asing.

“Program ini menurut saya sangat baik ya. Tapi ternyata, peningkatan UMKM dengan link and match ini tidak terlalu sukses,” katanya.

Berdasarkan penelitan dirinya, jelas Sohibul, di beberapa negara yang pelaku usaha (sejenis UMKM) berhasil seperti di Thailand karena hubungan dengan industri (perusahan) besar berjalan dengan baik.

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Minta Akses Keuangan Bagi UMKM Harus Dipermudah

Kesiapan Bermitra

“Ada satu hal yang dilupakan oleh kita, perusahaan lokal UMKM itu bisa mengambil manfaat dari besar kalau mereka memiliki, apa yang disebut Partnerships Reginess (kesiapan bermitra). Jadi, dia siap ber-partnert dengan perusahaan besar,” ujar Sohibul.

Karena jika mereka tidak bisa membangun Partnerships Reginess, maka pelaku UMKM ini tidak bisa mengambil manfaat dari perusahaan besar.

Inilah yang terlihat di Thailand, pelaku usaha kecilnya sudah bisa bermitra dengan perusahaan besar karena mereka memang sudah mempersiapkan diri dengan baik.

BACA JUGA: Gebyar Seni Budaya Menjadi Sarana Efektif Promosi Produk UMKM

Untuk menuju ke arah itu, kata Sohibul, maka tpemerintah Indonesia harus mendorong atau membantu supaya manajemen UMKM lebih baik lagi.

“Misalnya, dari sisi kapasitas UMKM harus mampu memproduksi barang-barang yang sesuai kualitas internasional. Disinilah, pemerintah harus bisa melahirkan orientasi, bagaimana UMKM kita bisa mencapai batas reginess tadi,” tambahnya.

Pada akhir diskusi, Sohibul memberikan apresiaasi kepada Henry Husada yang selama ini dikenal sangat concern dalam membina para pelaku usaha kecil.

BACA JUGA: Produk UMKM Garut Bakal Dipamerkan di Event G20, Ini Pesan Menteri

“Saya kira, orang seperti pak Henry ini sangat dibutuhkan. Pemerintah harus memanfaatkan sebagai mitra yang strategis,” pesannya.

Diakui Henry, banyak hal yang bisa harus dilakukan pendampingan kepada para UMKM.

“Selama ini, mungkin produknya sudah bagus, namun kemasannya yang belum maksimal. Ini yang menjadi perhatian kita. Dan ketika keduanya sudah baik, tinggal bagaimana dengan pemasarannnya,” jelas Henry Husada. ***

 

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya