Pengelola KM 260B Banjaratma Bawa UMKM ke Sarinah Mall Jakarta

KLIKNUSAE.com – Dina Yunanda, Direktur Utama PT PP Sinergi Banjaratma, selaku pengelola KM 260B Banjaratma, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menyatakan rasa bangga.

Ini setelah UMKM binaannya bisa menebus Sarinah Mall, Jakarta dalam sebuah event nasional yang mengusung tema ‘Gembira Bersama Produk Indonesia’.

Event ini sendiri diinisasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digelar secara hybrid baik offline di Sarinah Mall, Jakarta dari 21-24 September 2023.

Acara serupa juga dilaksanakan secara online melalui aplikasi PaDi (Pasar Digital) UMKM.

BACA JUGA: Tiket Murah Kereta Daop 3 Cirebon untuk Berwisata, Ini Daftarnya

Bertemu dengan Bapak UMKM Jawa Barat Henry Husada di arena bazar, Dina menyatakan dirinya sangat menyambut baik event ini.

“Kami dipilih langsung dari Kementerian BUMN dengan membawa tiga perwakilan UMKM. Diantaranya olahan kuliner Telor Asin Lancar Jaya, bawang merah khas brebes siap saji, kopi. Dan juga, kami membawa pelukis,” kata Dina mengawali dialog UMKM dengan Henry Husada, Jumat 22 September 2023 lalu.

Henry Husada, CEO Kagum Group–yang juga “Bapak UMKM Jawa Barat” berjabat tangan dengan Dina Yunanda, Direktur Utama PT PP Sinergi Banjaratma, selaku pengelola KM 260B Banjaratma, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, usai berdialog membahasa keberadaan UMKM. Foto: Ist

Dina pun berpesan agar Masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan melalui ruas tol Pemalang-Penjagan ke arah Jakarta, bisa mengunjungi rest area KM 260B.

Melibatkan 659 Warga Brebes

“Di rest area kami ini, ada 175 pelaku UMKM, dengan melibatkan 659 warga yang kebanyakan berasal dari Brebes,” jelas Dina.

BACA JUGA: Pengacara Hotma Sitompul Siap Mendampingi Pelaku UMKM Jawa Barat

“Kalau dilihat di internet, kecamatan yang tertinggi ekonominya, keramaiannya itu ternyata dari Bulakamba. Sedangkan rest area kami berada di Bulakamba. Jadi kami sangat men-support UMKM ini Pak,” sambungnya.

Henry Husada pun mengapresiasi semangat yang begitu kuat dari pengelola Rest Area Km 260 B. Yang mana, mereka berhasil memanfaatkan bangunan tua bekas pabrik, menjadi sebuah area bisnis.

“Ya, ini sangat luar biasa, inspiring. Dimana yang tadinya bangunan itu tidak terpakai. Sekarang mampu menciptakan perputaran ekonomi yang sangat besar,” ujar Henry—yang selama ini juga dikenal sangat concern melakukan pembinaan UMKM di Jawa Barat.

BACA JUGA: Diluncurkan Hari Ini, KA Baturraden Ekspres Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Foto: Ist

Untuk  diketahui, pabrik gula Banjaratma dibangun pada 1908 oleh NV Cultuur Maatschappij, yaitu sebuah perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda.

Setelah gulung tikar pada 1997, kompleks pabrik gula yang berdiri di lahan seluas 10,5 hektare ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Selanjutnya seiring dengan dibangunnya berbagai rest area Tol Trans Jawa, rest area pabrik gula Banjaratma mulai direvitalisasi menggunakan bangunan lama, dan dilakukan penyesuaian fungsi.

BACA JUGA: Liburan di Jakarta dan Sekitarnya Makin Mudah dengan LRT

Dalam Pembangunan rest area, Ketika itu, melibatkan beberapa konsorsium yang terdiri dari PT Waskita Toll Road, PT Rajawali Nusantara Indonesia.

Kemudian juga, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT PP Properti, PT Jasamarga Properti, dan PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN).

Tanpa banyak mengubah tampilan dari bekas pabrik gula Banjaratma, lokasi itu mulai dioperasikan sebagai tempat persinggahan pengguna tol sejak 17 Maret 2019.

Fasad retro dinding batu bata yang terkelupas dan latar belakang sejarah, membuat nama Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma disematkan pada bangunan ini. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya