Desa Wisata Selasari Butuh Koneksi Internet, Sandiaga Panggil Tower Bersama

KLIKNUSAE.com  – Desa Wisata Selasari di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, membutuhkan koneksi internet.

Desa yang masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 tersebut, selama ini masih mengalami kendala jaringan internet atau blank spot.

Alih-alih, bisa segera posting selfi untuk mendapatkan sinyal telekomunikasi (telepon) biasa saja sangat sulit.

Padahal keindahan kawasan ini sungguh menajubkan. Selain mengandalkan wisata berbasis alam, juga memiliki kekayaan budaya yang tinggi.

BACA JUGA: Destinasi Pangandaran Jadi Sorotan Luhut, Ini Kata Pelaku Wisata

Jarak Selasari dengan Bandara Nusawiru adalah 18 kilometer (km) dengan lama berkendara sekitar 33 menit.

Kekayaan potensi alamnya membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno tak kuasa menahan decak kagum.

“Saya tadi melihat begitu banyak potensi, mulai dari potensi budaya, dan juga potensi alam. Seperti kegiatan river tubing atau body rafting yang sudah cukup viral,” ujarnya seperti dikutip Kliknusae.com dari laman resmi Kemenparekraf, Sabtu 16 Oktober 2021.

BACA JUGA: Pangandaran Lockdown Lagi Gara-gara Tiga Desa Ini

Ia pun membacakan pantun dihadapan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata;

Musisi muda ternama, salah satunya Afgan, panah asmara adalah lagu andalannya.

Desa Wisat Selasari Menyimpan Banyak Kejutan, Mari Terus Berkolaborasi Bangkitkan Perekonomian.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga pun menetapkan Selasari sebagai salah satu dari 50 desa terbaik di ajang ADWI 2021.

Dia berharap dengan status tersebut, kelak akan membuka peluang lapangan pekerjaan di sektor pariwisata.

“Namun ada salah satu kendala, tadi yang sudah disampaikan oleh kepala desa, dan Pak Dadang selaku pengelola bahwa ternyata disini sinyalnya terkendala,” ujar Sandiaga.

BACA JUGA: Foto: Pantai Batu Karang Pangandaran Favorit Turis Asing

Panggil Tower Bersama Group Untuk Pemetaan Sinyal

Untuk itu, Sandiaga menyatakan sudah menghubungi pihak Tower Bersama Group guna memetakan sejumlah lokasi tempat pendirian tower internet provider.

“Mudah-mudahan seizin pak Bupati, karena lokasinya perlu seizin Bupati, bisa segera dipasang,” lanjutnya.

Menurut Sandiaga, potensi alam yang ada di Selasari masih bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Produk-produk ekonomi kreatif di sini juga luar biasa. Menurut saya ini menjadi semangat kita untuk bangkit dan saya yakin ini adalah sinyal kebangkitan kita pascapandemi, tapi tentunya protokol kesehatannya harus dipatuhi secara ketat dan disiplin,” paparnya.

BACA JUGA: Wisatawan Mulai Mengalir Ke Objek Wisata Pangandaran

Desa Wisata Selasari sendiri memiliki sejumlah lokasi wisata alam, salah satunya Santirah River Tubing.

Aktivitas yang dilakukan bagi wisatawan yang mengunjungi Santirah River Tubing, yakni melewati sungai sepanjang 1,5 km selama sekitar dua jam, melintasi jeram, memasukki empat gua sepanjang 8-100 meter, dan melewati beberapa air terjun.

Wisatawan akan dipandu oleh pemandu profesional. Mereka juga wajib memakai helm dan life jacket.

Adapun biaya untuk mengikuti aktivitas ini mulai dari Rp 150.000.

BACA JUGA: PHRI Pangandaran Siapkan 3.000 Masker Untuk Wisatawan

Potensi Lain Yang Terpendam di Selasari

Desa wisata yang berada di ketinggian 200-500 meter di permukaan laut (mdpl) ini juga memiliki potensi lainnya.

Wisatawan yang berkunjung bisa menyaksikan kesenian Renggang Gunung dan tari Lengser.

Dari segi potensi kriya, Desa Wisata Selasari juga memiliki hasil daur ulang sampah plastik dan anyaman lidi.

Sedangkan dari segi kuliner, terdapat pakis crispy, madu, kopi, dan gula semut.

Seperti dilansir dari Jadesta.com, Desa Selasari merupakan salah satu dari 10 desa yang berada di Kecamatan Parigi.

BACA JUGA: PHRI Jabar Dorong Percepatan Kereta Api Sampai Pangandaran

Desa Selasari menurut data sekunder dari RPJMDes telah ada sejak jaman penjajahan Jepang. Desa ini awalnya merupakan salah satu desa yang berada dalam Kabupaten Ciamis.

Namun sejak tahun 2012, setelah  terjadi pemekaran Kabupaten Ciamis, Selasari pun berpindah administrasi dalam wilayah Kabupaten Pangandaran.

Desa Selasari memiliki 45 RT, 17 RW dan 8 Dusun, yaitu Dusun Salakambang, Dusun Cikawung, Dusun Banjarsari, Dusun Tenjosari, Dusun Karangmukti, Dusun Giriharja, Dusun, Cikadu dan Dusun Pepedan.

Desa ini merupakan desa terluas yang ada di Kecamatan Parigi. Penduduk Desa Selasari berdasarkan data kependudukan tahun 2014 tercatat sebanyak 1.930 KK dan 5.194 jiwa terdiri dari 2.617 laki-laki dan 2.577 perempuan. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya