Sejumlah Kafe Dan Bar Tayangkan Piala Dunia 2018

Universitas Negeri Moskow memasang layar televisi besar di alun-alun untuk memfasilitasi nonton bareng (Nobar) para pengunjung. Foto:IG

JELAJAH NUSA – Demam sepakbola ditempat asalnya ternyata juga menyeruak diberbagai tempat.Sejumlah kafe dan bar yang berada di beberapa sudut kota Moskow menayangkan pertandingan sepak bola Piala Dunia 2018.

Melalui saluran televisi setempat mereka memajang beberapa layar di lokasi yang strategis. Tak terkecuali dipelataran kampus, seperti Universitas Negeri Moskow, Universitets Kaya di Sparrow Hilss distrik Ramenki,barat daya Moskow. Sebuah layar lebar dipasang persis menghadap alun-alun seluas  sekitar 130.000 m².

Semarak piala dunia memang benar-benar dimanfaat tuan rumah,Rusia.  Sabtu malam waktu Moskow atau Minggu (17/6/2018) dini hari waktu Indonesia bagian barat, peletakan televisi rata-rata di dua sisi dengan layar cukup lebar.

Namun dari pengamatan tidak banyak orang atau pengunjung yang mempedulikan tayangan tersebut, mereka asyik dengan urusannya mengobrol baik secara rombongan atau berpasangan sambil menikmati minuman dan makanan.

Begitu pula layar yang dipajang pada salah satu jendela kafe dan menghadap ke trotoar yang dilalui banyak orang, tidak ada yang mempedulikannya. Hanya sesekali orang menengok namun tidak berhenti.

Menurut mahasiswa asal Indonesia, Alfan mungkin kafe dan bar tersebut menyiarkan Piala Dunia hanya mengikuti euforia semata.

Bali United Cafe juga menggekar Nobar untuk wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata ini. Foto:IG

“Ya mungkin euforia saja. Atau target konsumennya adalah para suporter dari negara peserta Piala Dunia sehingga masuk untuk menonton dan memesan minuman atau makanan,” kata dia.

Berbeda di tanah air, nonton bareng atau Nobar menjadi satu tradisi yang selalu menarik. Bahkan beberapa hotel membuat paket-paket Nobar. Apalagi tahun ini waktu siaran pertandingan Piala Dunia  2018 tidak terlalu larut malam sehingga banyak yang memiliki waktu untuk nobar.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Bandung,Jawa Barat, misalnya, meminta jajarannya di tingkat kelurahan hingga Rukun Warga (RW) menggelar nonton bareng Piala Dunia 2018, terutama di sela libur Lebaran.

Suasana Nobar Piala Dunia 2018 disalah satu kafe di Jakarta. Foto:IG

“Saya mengimbau seluruh kepala wilayah, kebetulan malam takbir hari pertama mulai gelaran piala dunia, jadi diadakan nobar tapi pas hari kedua Lebaran-nya,” ujar Pejabat Sementara Wali Kota Bandung Muhammad Solihin saat meninjau Terminal Leuwi Panjang,belum lama ini.

Menurut Solihin, kegiatan nobar di tiap wilayah bertujuan agar masyarakat bersama aparat keamanan setempat membuat pusat kegiatan yang ramai.

Euforia Piala Dunia 2018 juga melanda kaum hawa di seluruh dunia. Foto:IG

Dengan adanya pusat kegiatan di tiap RW, maka keamanan dan ketertiban bisa terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, lanjut dia, gelaran nonton bareng Piala Dunia 2018 juga akan semakin mempererat tali silaturahim antarwarga.

“Kami juga menjaga kondisi kamtibmas Kota Bandung dan kita bisa menjaga lingkungan masing-masing, misalnya kalau ada orang yang enggak dikenal, kan bisa ditanya,” kata dia.

Untuk fasilitas seperti infocus, lanjut Solihin, khusus untuk masyarakat di tingkat RW, bisa meminjamnya ke kelurahan atau kecamatan setempat.

“Fasilitasnya bisa dari siapapun. Kalau bisa oleh pengurus (kewilayahan). Jadi nanti semua orang berkumpul, bisa ngopi bareng, jaga lingkungan bareng,” kata dia.

(adh)

 

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya