Lomba Lari Unity Run KAA Dikuti 2.500 Peserta

Lomba lari Unity Run dalam rangkaian memperingati perayaan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar pada Minggu (29/4) mendatang rencananya akan diikuti 2.500 peserta. Foto:IG

JELAJAH NUSA – Sedikitnya 2.500 peserta akan mengikuti gelaran lomba lari “Unity Run” dalam rangkaian memperingati perayaan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar pada Minggu (29/4) mendatang.

“Yang sudah tercatat di Disparbud 2.500 orang telah mendaftar dalam kegiatan lomba lari,” ujar pejabat sementara Wali Kota Bandung, Muhammad Solihin, di Balaikota Bandung, Rabu (25/4/2018)

Solihin mengatakan, ribuan peserta tersebut berasal dari dalam dan luar negeri. Peserta yang datang dari luar negeri berasal dari negara-negara sahabat anggota Konferensi Asia Afrika.

“Kita mengundang negara sahabat Asia Afrika bahkan kabupaten kota di Indonesia. Kita akan coba menampilkan sesuatu yang berbeda,” kata dia.

Ia mengatakan, kegiatan yang akan digelar bertemakan “Respect for Diversity” yang memiliki makna jiwa dan Dasasila Bandung.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukan bahwa Indonesia khususnya Kota Bandung mampu merangkul negara Asia Afrika dan menjalin persahabatan yang baik.

“Tidak hanya menghibur saja, tetapi juga ingin memperkenalkan mengenai Kota Bandung,” katanya.

Ia berharap, kegiatan tersebut bukan hanya sekedar acara parade saja, tetapi masyarakat mengenal sejarah yang telah terjadi dan lebih paham lagi akan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

“Selain untuk lebih memperkenalkan Kota Bandung, juga ingin meningkatkan hubungan kultur Bandung dengan Asia dan Afrika,” katanya.

Sehari sebelum Unity Run, akan berlangsung karnaval yang melibatkan 15 negara di tiga benua. Karnaval Asia Afrika akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pagelaran seni, musik dan menampilkan berbagai keunggulan di setiap negara masing-masing.

Selain itu, karnaval juga akan dihadiri sembilan daearah di Indonesia seperti Kabupaten Pidi Jaya NAD, Kota Jambi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Disbudpar Aceh, Kabupaten Banjar, Himpunan Masyarakat Nias, Dinparbudpora Pekalongan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Lamandau dan 29 komunitas serta 24 kelompok pelajar.

(adh/ant)

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya