Ragam Kuliner Khas Kalimantan Di Festival Crossboder Nunukan

Menteri Pariwisata Arief Yahya. Foto:IG

Klik nusae – Festival Crossboder Nunukan, kali ini menawarkan berbagai ragam kuliner. Ada banyak makanan yang dipastikan membuat pengunjung ketagihan.Diantaranya adalah  Luba Laya khas suku Dayak Lundayeh.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kuliner menjadi cara paling cepat, paling efektif, dan paling halus untuk melakukan penetrasi pasar wisatawan.

Contohnya wisatawan Malaysia dan Brunei yang rela menempuh perjalanan jauh ke Pontianak hanya untuk berwisata kuliner.

“Itulah keunggulan kuliner kita. Siapa pun pasti terpikat. Kelezatan kuliner Indonesia sudah mendunia. Nah yang masih penasaran akan kelezatan kuliner khas Kalimantan silahkan datang ke Festival Crossborder Nunukan. Nanti akan ada bazar kuliner juga disana,” ungkap Menteri asal Banyuwangi ini dalam keterangan persnya, Sabtu (20/4/2019).

Tak hanya warga lokal, turis asing pun tak mau ketinggalan festival Crossborder Nunukan yang digelar 27-28 April nanti karena menyuguhkan kuliner yang nikmat.

“Soal kuliner Kalimantan itu sangat kaya. Referensinya banyak. Inilah salah satu tujuan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Festival Crossborder. Kami ingin mengangkat juga kekayaan kuliner di Kalimantan sehingga makin dikenal wisatawan,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung.

Luba Laya sendiri bentuknya sepintas seperti lontong, bukan sembarang lontong. Kuliner khas suku Dayak Nunukan ini memiliki rasa yang berbeda karena terbuat dari beras organik, Adan Krayan.

Hal tersebut membuat rasanya lebih gurih dan sedikit rasa manis dibanding dengan lontong biasa.

Biasanya Luba Laya dibungkus menggunakan daun Itip, sejenis pohon pisang pisangan yang biasanya ditanam untuk taman.

Hal itu untuk mendapatkan harum yang khas, namun bisa juga dibungkus dengan daun pisang tanpa mengurangi rasa dari kulinernya.

Kuliner tersebut paling enak disantap dengan telu atau biter. Bisa juga dinikmati dengan Dorma atau Soto.

Menurut Adella, nikmatnya berbagai kuliner Kalimantan seperti Luba Laya kini menjadi buruan wisatawan. Khususnya wisatawan asal Malaysia dan Brunei Darussalam yang rela berburu kuliner hingga ke Pontianak melewati Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nunukan.

“Potensi ini tentu bisa dimaksimalkan. Pengembangan destinasi kuliner di Nunukan dapat menjadi opsi untuk mendorong pengembangan perekonomian masyarakat. Opsi-opsi ini yang kita dorong lewat Festival Crossborder yang rutin kita gelar di Nunukan,” tambah Adella.

Terpisah Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono menuturkan, kuliner menjadi sarana efektif menjaring wisatawan negeri tetangga.

Apalagi lidah wisatawan Malaysia dan Brunei Darussalam sangat familiar dengan rasa kuliner di Kalimantan yang pada dasarnya masyarakatnya masih sama-sama rumpun Melayu.

“Kemasyhuran kuliner Nunukan di negeri Jiran sudah melegenda. Seperti beras Adan dari Krayan. Kalau mau makan nasi yang enak warga negara tetangga rela membayar mahal beras Adan. Makanya Sultan Brunei pun sangat menyukainya. Dari sini perlahan kita masuk,” papar Sapto.

(adh)

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya