KDM Beri Kompensasi Rp600.000 untuk Pencari Koin di Pantura, Demi Kelancaran Mudik
KLIKNUSAE.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempuh cara pragmatis untuk mengurai potensi kemacetan di jalur Pantura jelang Idulfitri.
Di sekitar Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu–Subang, ia menjanjikan uang kompensasi Rp50 ribu per hari kepada para pencari koin selama 12 hari.
Aktivitas yang selama ini kerap mengganggu kelancaran arus kendaraan.
“Sore ini saya kasih uang Lebaran. Tidak boleh cari koin di jalur Indramayu-Subang,” ujar Dedi, Rabu, 18 Maret 2026.
Kebijakan itu, menurut dia, bukan semata soal ketertiban lalu lintas, melainkan juga keselamatan.
Para pencari koin, yang kerap menyapu uang receh di badan jalan, berisiko tinggi tertabrak kendaraan yang melintas cepat di jalur nasional tersebut.
Pemerintah provinsi meminta para pencari koin berkoordinasi dengan aparat desa.
Pendataan dilakukan oleh pengurus RT dan RW untuk memastikan penerima kompensasi tepat sasaran.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat, Ade Afriandi, menyebutkan bantuan diberikan selama 12 hari. Enam hari sebelum dan enam hari setelah Idulfitri.
“Selama tidak beraktivitas, ada kompensasi Rp50 ribu per orang per hari,” kata Ade.
Data sementara pemerintah menunjukkan terdapat 104 pencari koin di Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Indramayu, serta 55 orang di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Subang.
Namun jumlah itu belum final. Pencari koin musiman kerap bermunculan, datang dari desa sekitar bahkan luar wilayah, terutama saat arus mudik memuncak.
Fenomena ini bukan hal baru. Selain didorong kebutuhan ekonomi, praktik mengumpulkan koin di jalan telah menjelma tradisi tahunan di sebagian ruas Pantura.
Upaya penertiban kerap dilakukan aparat, tetapi tak selalu efektif. Tahun ini, pemerintah mencoba pendekatan berbeda: membayar mereka untuk tidak turun ke jalan. ***



