Sempat Polemik Kepemilikan, Kebun Binatang Bandung Kembali Diambil Alih Taman Safari
KLIKNUSAE.com – Setelah bertahun-tahun terjerat konflik dan polemik kepemilikan, Kebun Binatang Bandung (KBB) kembali ke pangkuan pengelola lamanya.
Taman Safari Indonesia, melalui Yayasan Margasatwa Tamansari, resmi mengambil alih kendali pengelolaan kebun binatang yang berdiri sejak era kolonial itu.
Nama-nama lama kembali muncul. Tony Sumampau sebagai Dewan Pembina Yayasan Margasatwa Tamansari.
Sementara, John Sumampau, menempati posisi sebagai Ketua Yayasan.
“Saya menerima kepercayaan ini dengan penuh tanggung jawab,” kata Tony dalam keterangan resminya, Jumat, 4 April 2025.
Tony menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memulihkan kondisi Kebun Binatang Bandung yang sempat terbengkalai.
Targetnya, KBB dikembangkan menjadi modern open zoo—konsep kebun binatang terbuka modern yang ramah satwa dan pengunjung.
Ia juga berkomitmen menjalankan pengelolaan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
BACA JUGA: Gara-gara Perwal, Pengunjung Kebun Binatang Bandung Turun 30 Persen
Penyumbang PAD Kota Bandung
Salah satu tujuan utamanya yakni memastikan Kebun Binatang Bandung kembali menyumbang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung untuk hal tersebut,” ujar Tony.
Langkah pemulihan ini tidak lepas dari bayang-bayang masa lalu. Sebelumnya, pengelolaan KBB terseret kasus dugaan korupsi lahan yang menjerat dua mantan pengurus yayasan berinisial S dan BB.
Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada akhir 2024, terkait pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah yang dikelola secara tidak sah.
Menjelang akhir Maret 2025, S dan BB menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Tony dan menyatakan mundur dari kepengurusan.
Mereka mengakui bahwa tindakan mereka bertentangan dengan amanat almarhum pendiri yayasan, Romly Bratakusuma, serta bertentangan dengan AD/ART yayasan itu sendiri.
Kini, dengan dukungan penuh keluarga almarhum Romly, babak baru pengelolaan KBB dimulai.
Harapan pun kembali tumbuh, agar kebun binatang yang pernah menjadi ikon wisata Kota Bandung ini bisa bangkit dari keterpurukan.
Selain itu dengan berakhirnya polemik kepemilikan Kebun Binatang Bandung bisa menjadi tempat edukasi serta konservasi yang layak bagi generasi mendatang. ***
Redaksi: Ada perbaikan dalam berita ini pada pukul 20.15 WIB, Sabtu 5 April 2025. Terima Kasih.