Pertamina Pilih Jaga Stabilitas Harga BBM Disaat Harga Minyak Kembali Naik

“Sekarang dalam posisi tren naik. Pertamina terus mencermati kondisi ini dan paling utama adalah menjaga stabilitas harga dalam rangka stabilitas ekonomi,” katanya.

Sama seperti penurunan, tren kenaikan ini juga tidak serta merta memicu Pertamina meninjau ulang harga BBM, karena harga minyak dunia bukan satu-satunya parameter, namun ada berbagai hal lain menjadi pertimbangan.

Fajriyah menambahkan fluktuasi harga minyak mentah dunia ini sejak Maret-April sangat ekstrem, bahkan harga pasar BBM (MOPS) yang berada di bawah harga minyak mentah juga merupakan faktor di luar normal, sehingga sulit menjadi acuan dalam menetapkan harga BBM yang berlaku dalam jangka waktu dua bulan.

Dari laman oilprice.com pula terpantau pada pertengahan Februari 2020 harga crude masih 55 dolar AS per barel dan terus menuju ke level terendah pada April 2020, namun sepanjang Mei 2020 sudah naik kembali.

“Kondisi pandemi COVID-19 mengakibatkan penurunan demand minyak dunia menurun drastis, termasuk Indonesia. Namun, pasokan tersedia melimpah, sehingga memicu turunnya harga yang tidak wajar,” ujanya.

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya