Gubernur KDM Belum “Rela” Atas Berdirinya Hotel Pullman di Aset Pemprov Jabar
KLIKNUSAE.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku belum bisa menerima kehadiran bangunan Pullman Bandung Grand Central yang menjulang di depan Gedung Sate.
Menurut dia, keberadaan hotel tersebut telah merusak estetika sekaligus mengganggu nilai historis salah satu ikon Jawa Barat itu.
“Tidak ada di dunia bangunan yang berdiri di depan bangunan yang memiliki sejarah tinggi seperti Gedung Sate,” kata Dedi, baru-baru ini.
Ia menilai, alih-alih menghadirkan kenyamanan, kehadiran hotel tersebut justru memunculkan persoalan baru, terutama dari sisi keamanan.
Ketinggian bangunan yang melebihi Gedung Sate dinilai membuka potensi kerawanan yang sebelumnya tidak pernah ada.
“Kenapa? Di depan Gedung Sate ada bangunan hotel yang tingginya melebihi Gedung Sate. Dari sisi keamanan, Gedung Sate bukan gedung lagi yang aman. Sniper ada di Pullman membidik ke arah Gedung Sate itu sangat mudah,” ujarnya saat berbicara di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Jawa Barat 2026 di Gedung Pakuan, Rabu, 15 April 2026.
Pernyataan itu disampaikan Dedi dengan nada serius, bahkan disertai ungkapan personal mengenai ketidaknyamanannya berkantor di Gedung Sate.
“Sehingga saya lebih memilih tinggal di rumah saja, daripada di Gedung Sate,” kata dia.
Ironinya, kata Dedi, bangunan hotel tersebut berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kondisi itu ia sebut sebagai ironi dalam tata kelola pembangunan daerah.
“Itulah anehnya kita,” ujar Dedi menutup pernyataannya. ***



