Pemprov Jabar Gali Sejarah Tatar Sunda, Puncak Penetapan Digelar 18 Mei 2026

KLIKNUSAE.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) tengah menggali kembali sejarah berdirinya Tatar Sunda.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan identitas budaya sekaligus strategi pengembangan pariwisata berbasis sejarah di wilayah Jawa Barat.

Kepala Disparbud Jawa Barat, Iendra Sofyan, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil kajian dan pembahasan, awal mula Tatar Sunda ditandai dengan berdirinya Kerajaan Sunda pada tahun 669 Masehi.

Jika dikonversi ke penanggalan saat ini, momentum tersebut diperkirakan jatuh pada tahun 1357 Saka.

Hal itu disampaikan Iendra saat menghadiri dialog bersama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat di Saung Angklung Udjo, Senin 13 April 2026

“Puncak acara penetapan sejarah berdirinya Tatar Sunda atau ‘Hari  Jadi Tatar Sunda’ akan dilaksanakan pada 18 Mei mendatang,” ujar Iendra.

Menurutnya, rangkaian kegiatan yang disiapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dikemas menjadi atraksi budaya yang menarik bagi wisatawan.

Berbagai kegiatan seni dan budaya akan digelar sekitar 10 hari sebelum puncak acara.

Salah satu agenda utama adalah Napak Tilas Pajajaran yang membawa Mahkota Binokasih.

Sebuah mahkota yang terakhir digunakan oleh Prabu Siliwangi di Kerajaan Sumedang Larang.

Prosesi ini akan melintasi sejumlah daerah di Jawa Barat sebagai simbol perjalanan sejarah.

Indra Sofyan, Kadisparbud Jawa Barat saat berbicara di acara dialog bersama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat, Senin 13 April 2026. (Foto: Kliknusae.com/Adhi)

Napak Tilas

Sedangkan untuk rute Napak Tilas tersebut dimulai dari Sumedang, kemudian melintasi Ciamis, Garut, Cianjur.

Dilanjutkan ke Depok, Bogor, Purwakarta, hingga Cirebon, sebelum berakhir di Bandung dengan estimasi waktu tempuh delapan hari.

Selain itu, akan digelar Kirab 27 Kabupaten/Kota pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam kirab tersebut, masing-masing daerah akan menampilkan representasi kerajaan atau kearifan lokalnya.

Sementara itu, puncak perayaan pada 18 Mei 2026 akan dimeriahkan oleh pementasan budaya yang dibawakan oleh seniman dan budayawan Sujiwo Tejo.

Ia dijadwalkan menampilkan pertunjukan bertema Kerajaan Tatar Sunda.

Iendra menilai, rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi sejarah. Tetapi juga peluang besar untuk meningkatkan daya tarik wisata budaya di Jawa Barat.

Dengan pendekatan yang menggabungkan sejarah, seni, dan partisipasi masyarakat, pemerintah berharap Tatar Sunda dapat semakin dikenal luas.

Baik di tingkat nasional maupun internasional. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya