Pemkot Bandung Buka Opsi Pengelolaan Penataan Bandung Zoo, Ini Agendanya
KLIKNUSAE.com – Pemerintah Kota Bandung membuka kembali opsi penataan pengelolaan Bandung Zoo. Jalurnya melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga.
Sebuah langkah yang, setidaknya di atas kertas, diarahkan untuk membenahi wajah kebun binatang yang lama disorot publik.
Agenda awalnya berupa market sounding yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026, di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Bandung.
Forum ini disiapkan sebagai ruang temu antara pemerintah kota dan calon mitra. Terutama lembaga konservasi berbadan hukum, untuk mengukur minat sekaligus menyerap masukan.
Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandung, Agus Slamet Firdaus, menyebut skema yang ditawarkan adalah Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) atas Barang Milik Daerah.
Pemerintah, kata dia, menginginkan pengelolaan yang lebih profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan. Frasa yang kerap diulang dalam berbagai proyek penataan aset publik.
Tak hanya soal satwa. Skema ini juga mencakup penataan kawasan ruang terbuka hijau, pembangunan fasilitas edukasi, hingga pengembangan sarana rekreasi.

Dengan kata lain, Bandung Zoo tak lagi sekadar kebun binatang, melainkan diharapkan menjadi ruang publik yang lebih luas dan multifungsi.
BKAD bertindak sebagai fasilitator dalam proses ini. Melalui market sounding, pemerintah kota berupaya menjaring mitra potensial
Tentu saja, sembari menegaskan komitmen pada proses yang transparan dan kompetitif. Setidaknya itu yang dinyatakan.
Namun, satu hal tetap tak bisa diabaikan: keterlibatan pemerintah pusat. Pengelolaan satwa, terutama yang dilindungi, berada dalam kewenangan nasional.
Artinya, skema kerja sama ini tak berdiri sendiri. Ia harus berjalan dalam koridor regulasi yang lebih besar.
Bagi Pemkot Bandung, langkah ini adalah bagian dari pembenahan menyeluruh. Mulai dari tata kelola, kesejahteraan satwa, hingga kualitas layanan publik.
Pertanyaannya, apakah kali ini pembenahan benar-benar menjangkau akar persoalan. Atau kembali berhenti pada rencana yang terdengar menjanjikan di awal. ***



