Okupansi Hotel di Kota Bandung Saat Lebaran 2026 Turun, Daya Beli Melemah Jadi Faktor Utama
KLIKNUSAE.com – Tingkat hunian kamar hotel di Kota Bandung selama libur Lebaran 2026 menunjukkan tren yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Jawa Barat mencatat rata-rata okupansi gabungan hotel bintang dan non-bintang hanya mencapai 47,26 persen.
Berdasarkan tabel okupansi periode 15–24 Maret 2025 sebagai pembanding tren, lonjakan tertinggi terjadi pada 22 Maret dengan angka 94,61 persen, sebelum kembali menurun hingga 58,02 persen pada 24 Maret.
Secara keseluruhan, rata-rata okupansi hotel bintang 5–3 tercatat 55,98 persen, sementara hotel bintang 2 hingga non-bintang hanya 38,55 persen.
Sementara itu Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, mengungkapkan bahwa tren okupansi pada Lebaran 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025.

BACA JUGA: Rekomendasi Hotel di Kota Bandung untuk Libur Lebaran, Strategis dan Nyaman
Ketidakpastian ekonomi

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi. (Foto: Kliknusae.com/Adhi)
“Iya, terjadi penurunan. Pada tahun 2025 lalu rata-rata masih di atas 60 persen. Namun tahun ini turun,” kata Dodi ketika dihubungi Kliknusae.com, Kamis, 26 Maret 2026.
Menurut Dodi, penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama melemahnya daya beli masyarakat.
Selain itu, ketidakpastian ekonomi membuat sebagian masyarakat memilih menunda perjalanan wisata.
“Tidak sedikit masyarakat yang menunda perjalanan hiburan untuk menyikapi situasi ekonomi global yang juga sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku usaha pariwisata berharap pemerintah turut memberikan perhatian terhadap kondisi ini.
Pasalnya, sektor perhotelan dan restoran merupakan salah satu penyumbang signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sedangkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut sektor hotel dan restoran menjadi kontributor utama PAD kota.
Pada 2025, realisasi PAD Kota Bandung mencapai Rp3,05 triliun, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kontribusi pajak restoran tercatat sebesar Rp434 miliar pada 2025, naik dari Rp398 miliar pada 2024. Pajak hiburan juga mengalami peningkatan dari Rp67 miliar menjadi Rp78 miliar.
Meski demikian, penurunan okupansi hotel saat momentum Lebaran 2026 menjadi sinyal perlunya strategi pemulihan sektor pariwisata.
Terutama untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah yang selama ini ditopang oleh industri tersebut. ***



