Pembukaan Bandara Wiriadinata Tasikmalaya Bisa Dorong Kegiatan MICE Priangan Timur

KLIKNUSAE.com – Pembukaan kembali penerbangan di Bandara Wiriadinata dinilai membawa harapan baru bagi geliat ekonomi dan pariwisata Priangan Timur.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menilai keberadaan bandara akan memberi dampak positif.

Terutama jika dikaitkan dengan pengembangan sektor MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) serta destinasi wisata di kawasan tersebut.

Namun, menurut Diky, persoalan utama bukan semata menghadirkan kembali pesawat yang mendarat di Tasikmalaya.

Tantangan sesungguhnya adalah memastikan adanya penumpang yang benar-benar memanfaatkan layanan penerbangan.

“Bandara kembali hidup bukan hanya soal pesawat mendarat, tetapi soal penumpang yang mau terbang,” kata Diky, Minggu  1 Maret 2026.

Ia menilai kebangkitan bandara membutuhkan kerja bersama pemerintah daerah di wilayah Priangan Timur melalui strategi promosi yang terarah dan berkelanjutan.

Tasikmalaya, kata dia, harus mengambil peran sebagai episentrum kegiatan dan berkembang menjadi kota penyelenggara berbagai event berskala nasional.

Menurut Diky, Kota Tasikmalaya memang tidak memiliki kekuatan utama pada wisata alam.

Namun wilayah Priangan Timur secara keseluruhan justru kaya destinasi yang dapat menjadi daya tarik wisata jika didukung akses transportasi udara.

“Kita harus berperan sebagai episentrum dan menjadi kota event. Event kita harus naik ke nasional. Kota Tasikmalaya tidak memiliki wisata alam, tapi Priangan Timur kaya akan itu,” ujarnya.

Aktif Promosi

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih aktif mempromosikan akses menuju Priangan Timur melalui jalur udara dengan Kota Tasikmalaya sebagai pintu masuk kawasan.

“Akses yang dipromosikan adalah jalur udara, yakni lewat Kota Tasikmalaya,” kata dia.

Adapun terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk keberlangsungan operasional bandara pada periode kepemimpinan sebelumnya, Diky menegaskan dirinya tidak berada dalam ranah teknis pembiayaan tersebut.

Ia menyebut koordinasi terakhir dengan pihak pengelola bandara berjalan relatif aman. Soal kebijakan lanjutan, menurut dia, menjadi kewenangan wali kota dan Dinas Perhubungan.

“Selanjutnya itu ranah Pak Wali dan Dinas Perhubungan, bukan tupoksi saya,” ujarnya.

Diky juga mengingatkan agar keberlangsungan operasional bandara ke depan tidak bergantung pada mobilisasi aparatur sipil negara sebagai penumpang.

Hal ini demi menjaga tingkat keterisian penerbangan.

 

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya