Polres Cianjur Siagakan Rekayasa Arus, Jalur Puncak Dijaga dari Macet Total

KLIKNUSAE.com – Libur panjang Imlek 2026 membuat denyut kendaraan di jalur Puncak–Cianjur meningkat sejak dua hari terakhir.

Untuk mencegah kemacetan total yang kerap menghantui kawasan ini saat akhir pekan panjang, Kepolisian Resor Cianjur menyiapkan serangkaian rekayasa lalu lintas.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur, Ajun Komisaris Polisi Aang Andi Suhandi, mengatakan volume kendaraan memang naik. Namun arus masih terpantau relatif lancar.

“Peningkatan ada, tetapi belum sampai menimbulkan antrean panjang,” ujarnya, Minggu 15 Februari 2026.

Kepadatan sempat terjadi di sejumlah simpul menuju kawasan wisata, seperti pertigaan Hanjawar, Cibodas, dan Pasar Cipanas.

Di titik-titik itu, laju kendaraan tersendat akibat keluar-masuk mobil wisatawan. Namun, puluhan petugas yang disiagakan mampu menjaga arus tetap bergerak.

Sedikitnya 60 personel ditempatkan di titik rawan, mulai dari kawasan By Pass Cianjur hingga Puncak Pass.

Mereka bersiaga mengurai kepadatan sekaligus mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diperkirakan memuncak pada sore hari.

Sementara itu Polres juga menyiapkan skema satu arah yang diberlakukan secara situasional di kawasan Puncak–Cipanas.

Rekayasa ini diterapkan untuk mencairkan antrean kendaraan yang sempat memanjang hingga lebih dari dua kilometer.

Pada Minggu pagi, sistem satu arah diberlakukan dari arah Bogor menuju Cianjur selama beberapa puluh menit.

Skema serupa, kata Aang, berpeluang diterapkan dari arah sebaliknya pada petang hari, setelah berkoordinasi dengan Polres Bogor.

Langkah antisipatif ini bukan tanpa alasan. Jalur Puncak dikenal sebagai salah satu titik paling rentan macet saat musim liburan.

Selain volume kendaraan yang melonjak, kondisi cuaca ekstrem turut menjadi perhatian.

Kabut tebal kerap turun, terutama setelah hujan, mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Polisi mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas, dan menjaga kecepatan kendaraan.

“Keselamatan tetap yang utama,” tutup Aang. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya