Ketua GIPI Jabar Herman Muchtar Ajak Pelaku Usaha Fokus Cari Solusi
KLIKNUSAE.com – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat Herman Muchtar mengajak para pelaku usaha pariwisata berhenti berkutat pada daftar persoalan.
Industri, kata dia, perlu menggeser energi dari keluhan ke upaya menemukan jalan keluar.
“Sekarang saatnya mencari solusi. Jangan lagi membicarakan masalah-masalah,” ujar Herman saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Rumah Makan Ponyo, Jalan Malabar, Bandung, Jumat, 6 Februari 2026.
Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung dan GIPI Jawa Barat untuk menyukseskan pelaksanaan SE2026.
Herman menilai kerja sama dengan BPS penting bagi pelaku industri pariwisata sebagai pijakan menentukan arah bisnis ke depan.
Data statistik, menurut dia, kerap menjadi persoalan lantaran perbedaan angka antarinstansi.
Ia mencontohkan, data yang dirilis dinas pariwisata kabupaten atau kota tak jarang berbeda dengan data tingkat provinsi.
Ketidaksinkronan itu membuat pelaku usaha kesulitan membaca peta industri.
“Kalau ke depan data statistiknya sudah bisa sama, ini akan sangat membantu industri pariwisata dalam menentukan arah bisnis,” kata Herman.
Herman menjelaskan, GIPI merupakan wadah lintas sektor industri pariwisata. Mulai dari perhotelan, restoran, hingga pelaku usaha perjalanan wisata.
Ia menyebut organisasi tersebut sebagai kumpulan para pemangku kepentingan utama di sektor pariwisata.
Karena itu, kolaborasi dengan BPS dinilai strategis untuk membangun basis data yang lebih rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kolaborasi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.
Acara sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Iendra Sofyan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa.
Kemudian, Ketua GIPI Jawa Barat Herman Muchtar, Sekretaris PHRI Jawa Barat Herie Hermanie Soewarma, Ketua DPD PUTRI Taufik Hidayat Udjo.
Hadir juga Ketua ASITA Jawa Barat Daniel G. Nugraha, serta sejumlah undangan dari kalangan pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif. ***



