Pemilik Dodol Picnic H Ato Hermanto Pimpin PHRI Garut 2026–2031

KLIKNUSAE.com  — Pemilik kuliner legendaris Dodol Picnic, H Ato Hermanto, terpilih sebagai Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut periode 2026–2031.

Ato terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PHRI yang digelar di Sabda Alam Hotel and Resort, Jalan Raya Cipanas No. 3, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin 26 Januari 2026.

Ato kemudian dilantik secara resmi di hadapan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin. Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi, para pelaku usaha perhotelan dan restoran, pelaku UMKM kuliner, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pariwisata lainnya.

Kehadiran lintas unsur ini menjadi simbol kuat komitmen kolaborasi dalam membangun dan memajukan pariwisata Garut.

Dalam sambutannya usai pelantikan, H. Ato Hermanto menegaskan bahwa kebangkitan pariwisata Garut hanya dapat terwujud melalui kerja bersama. Bukan upaya parsial yang berjalan sendiri-sendiri.

“Pariwisata Garut ini tidak bisa dibangun secara parsial. Baik birokrasi, hotel, restoran, pelaku kuliner, kafe, hingga komunitas pariwisata harus bangkit bersama. Promosi bukan lagi soal masing-masing, tapi kolaborasi kolektif,” ujarnya.

Sambutan Ketua BPD PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi dalam pengukuhan pengurus PHRI Garut periode 2026-2031, Senin 26 Januari 2026. (Foto: Kliknusae.com/Ist)

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.

Salah satu strategi utama yang akan dikembangkan PHRI Garut ke depan adalah penguatan event rutin yang terkonsep dan berkelanjutan sebagai kalender pariwisata daerah.

Event yang terjadwal

“Kita perlu event-event yang terjadwal dan berkelanjutan. Event tidak hanya seremonial, tetapi harus menjadi magnet ekonomi bagi hotel, restoran, UMKM, dan sektor ekonomi kreatif,” tambahnya.

Sementara itu, menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Garut, PHRI juga mendorong program promosi terpadu.

Program tersebut, antara lain diskon hotel, paket wisata tematik, festival kuliner, hingga pertunjukan budaya lokal yang dilakukan secara serentak.

Proses pengukuhan pengurus BPC PHRI Kabupaten Garut periode 2026-2031 oleh Ketua BPD Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi, Senin 26 Januari 2026. (Foto: Kliknusae.com/Adhi)

“Kami ingin perhotelan, restoran, dan pelaku wisata ikut membudayakan promosi Garut. Bisa lewat busana tradisional, paket budaya, hingga program diskon dan kegiatan tematik,” jelas Ato.

Sebagai simbol sinergi antarpelaku usaha, dalam acara pelantikan tersebut turut disajikan 18 menu khas yang disiapkan oleh berbagai hotel anggota PHRI.

Sajian ini mencerminkan semangat kebersamaan bahwa kekuatan industri pariwisata terletak pada kolaborasi, bukan semata kompetisi.

Kelompok Kerja

Ke depan, BPC PHRI Kabupaten Garut akan membentuk sejumlah Kelompok Kerja (Pokja) strategis.

Dimana programnya meliputi Pokja Investasi, Pokja Hukum dan Perizinan, Pokja Marketing dan Promosi.

Termasuk, Pokja Event dan Entertainment, Pokja Digitalisasi Pariwisata, serta Pokja Konsultasi Usaha Perhotelan dan Restoran.

Pokja tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam menghadapi persoalan perizinan. Membangun investasi, pemasaran, perlindungan hukum, serta mendorong transformasi digital sektor pariwisata.

Ato juga menyoroti pentingnya perluasan keanggotaan PHRI, khususnya bagi restoran, rumah makan, kafe, dan pelaku kuliner lokal yang selama ini belum terakomodasi secara optimal.

“Potensi Garut sangat besar. Masih banyak pelaku usaha yang belum masuk dalam wadah PHRI,” katanya.

Bupati Garut  Abdusy Syakur Amin ketika memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus BPC PHRI Kabupaten Garut Periode 2026-2031, Senin 26 Januari 2026. (Foto: Kliknusae.com/Ist)

“Ke depan, kita ingin semua terakomodasi agar pembinaan dan pengembangan usaha bisa berjalan merata,” sambung pria yang memiliki hobi mengendari Moge ini.

Selain sektor perhotelan dan kuliner, PHRI Garut melihat peluang besar pada pengembangan sport tourism dan wisata minat khusus. Seperti paralayang internasional di kawasan Gunung Guntur dan Gunung Putri, serta festival seni dan budaya berskala nasional hingga internasional.

“Garut punya potensi luar biasa. Jika akses, infrastruktur, promosi, dan kolaborasi berjalan seiring, pariwisata Garut bisa berkembang pesat,” ujarnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa masa depan pariwisata Garut hanya dapat dibangun melalui semangat kebersamaan.

“Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Dengan satu visi dan kolaborasi, pariwisata Garut akan bangkit dan menjadi kebanggaan bersama,” pungkasnya. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya