Tanah Longsor Sumedang Tak Mempengaruhi Kawasan Objek Wisata

KLIKNUSAE.com – Tanah longsor yang terjadi di wilayah perbukitan di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Jawa Barat tak mempengaruhi kawasan objek wisata.

“Terkait bencana yang ada di Sumedang, perlu kami sampaikan bahwa longsor tanah tersebut hanya terjadi di persawahan. Lokasi tersebut jauh dari penduduk dan bukan daerah wisata,” jelas Nana Mulyana, Ketua Hubungan Kelembagaan, Advokasi dan Humas Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PHRI) Jawa Barat saat dihubungi Kliknusae.com, Minggu 16 Januari 2021.

Untuk itu, lanjut Nana, bagi masyarakat atau wisatawan yang akan datang ke Sumedang tidak perlu khawatir.

“Sumedang menawarkan keindahan alamnya dengan bukit-bukit dan sawah yang menghampar luas. Air sungainya yang masih mengalir jernih, seperti di waduk Jatigede,” kata Nana.

BACA JUGA: Bupati Sumedang Siap Menjadi Pemandu Wisata, Buka Peluang Investasi

“Jadi, sekali lagi perlu kami sampaikan wisata Sumedang aman untuk dikunjungi dan jauh dari area bencana. Termasuk wisata kuliner, seperti tahu khas Sumedang siap memanjakan lidah para wisatawan,” ungkap Nana yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumedang ini.

Nana Mulyana, Ketua Hubungan Kelembagaan, Advokasi dan Humas Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PHRI) Jawa Barat. (Foto: dok)

Tidak Ada Korban Jiwa

Sementara itu Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana longsor yang terjadi di Desa Ciherang, pada Sabtu sore, 15 Januari 2022 sekira pukul 16.30 WIB tersebut.

Dony mengatakan, titik longsor berada di wilayah perbukitan di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan.

Sedangkan wilayah terdampak longsor berada di wilayah Dusun Cimareme, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan.

BACA JUGA: Command Center Sumedang Wajah Digital West Java, Terbaik di Jabar

Dony menuturkan, selain merusak 2 hektare areal pesawahan, sebanyak 16 rumah yang dihuni 69 jiwa dari 22 kepala keluarga (KK), harus mengungsi ke tempat lebih aman.

“Kami sudah mengungsikan warga yang rumahnya terancam longsor tadi malam,” ujar Dony seperti dikutip Kliknusae.com dari Kompas.com, hari ini.

Selain telah mengevakuasi warga terdampak, pihaknya mengimbau warga untuk menjauhi lokasi longsor radius 1 kilometer. Hal ini penting, karena lokasi tersebut rentan terjadi longsor susulan.

“Warga kami imbau untuk lebih waspada karena rawan terjadi longsor susulan,” tutur Dony.

BACA JUGA: Wisatawan Yang Berkunjung ke Sumedang Naik 30 Persen

Dony menyebutkan, dari pendataan yang dilakukan, ada 2 hektar areal persawahan siap panen yang tergerus longsoran. Posisi tebing mencapai 150 meter dengan lebar 80 meter ini.

Dibagian lain, salah seorang pemilik lahan di Dusun Cimareme RT 04/11, Kelurahan Pasanggarahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Opik Ruhyana (40) mengatakan, 800 meter persegi areal persawahan miliknya habis tergerus longsor.

“Hari ini (Minggu) rencananya mau panen, tapi malah habis kena longsor. Lahan milik saya ada 800 meter persegi,” ujar Opik.

***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya