Ratusan Orang Memadati Lapangan Sudirman, Rayakan HUT ke-52 Sesko TNI
KLIKNUSAE.com – Suasana di Lapangan Sudirman, Jumat pagi, 10 April 2026, tampak lebih hidup dari biasanya.
Ratusan orang memadati area itu. Berseragam, berkaus olahraga, hingga berpakaian kasual membaur dalam satu irama kegiatan yakni merayakan ulang tahun ke-52 Sesko TNI.
Acara dimulai dengan senam bersama. Musik mengalun, gerakan serempak mengisi lapangan.
Di barisan peserta, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan tampak mengikuti setiap instruksi.
Ia tak sekadar hadir, Farhan bahkan larut dalam suasana, bergerak bersama prajurit, peserta didik, dan kalangan akademisi.
Usai senam, kegiatan berlanjut dengan jalan santai. Rute yang ditempuh tak panjang, namun cukup untuk mencairkan sekat antarkelompok.
Percakapan ringan terdengar di sepanjang lintasan—dari isu keseharian hingga diskusi singkat soal peran pendidikan dan pertahanan.
Perwakilan perguruan tinggi terlihat aktif berbaur, menegaskan keterlibatan dunia akademik dalam momentum ini.
Momen yang mencuri perhatian terjadi ketika Farhan ikut menjajal latihan menembak. Dengan pengawasan instruktur, ia bergabung bersama peserta lain. Tak ada protokoler kaku.
Lingkungan Militer
Yang tampak justru upaya mendekatkan pemerintah sipil dengan lingkungan militer dalam suasana yang lebih cair.
Di sela kegiatan, Farhan menyampaikan apresiasinya terhadap peran Sesko TNI. Ia menyebut lembaga itu sebagai “kawah candradimuka” bagi calon pemimpin bangsa.
Tempat para perwira ditempa untuk menghadapi tantangan strategis, baik di tingkat nasional maupun global.
Menurut dia, keberadaan Sesko TNI di Bandung bukan sekadar institusi pendidikan militer.
Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadikan kota ini salah satu simpul pembentukan jejaring kepemimpinan internasional.
“Ada nilai strategis di sini, terutama dalam membangun kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Farhan juga menyinggung sisi lain Bandung: ruang kreatif yang tak pernah benar-benar padam.
Ia menyoroti mural kebangsaan hasil kolaborasi antara Sesko TNI dan sejumlah perguruan tinggi.
Bagi dia, karya itu menjadi penanda bahwa nasionalisme bisa diekspresikan lewat medium yang lebih lentur—tak melulu formal dan seremonial.
“Di Bandung, di dalam maupun di luar barak, kreativitas selalu menemukan jalannya,” kata Farhan.
Peringatan HUT ke-52 ini tak berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia menjelma ruang temu. Antara militer, pemerintah kota, dan akademisi yang menguatkan jejaring. Sekaligus merawat semangat kebangsaan dalam bentuk yang lebih inklusif. ***



