Menteri Keuangan Purbaya Sebut WFH Bisa Bikin Sektor Pariwisata Lebih Bergairah
KLIKNUSAE.com – Wacana pengaturan kerja fleksibel kembali mengemuka. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan work from home (WFH) sehari dalam sepekan berpotensi memberi efek berantai.
Utamanya bagi pergerakan bagi perekonomian domestik, khsususnya pada sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga.
Menurut Purbaya, jika WFH diterapkan, misalnya pada Jumat, maka akan terbentuk rangkaian akhir pekan yang lebih panjang, yakni Jumat hingga Minggu.
Pola ini diyakini mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan singkat atau aktivitas rekreasi, yang pada gilirannya menggerakkan belanja rumah tangga.
“Tambahan satu hari fleksibilitas bisa menciptakan dorongan kecil, tetapi signifikan, bagi sektor pariwisata,” ujar Purbaya dalam keterangannya, baru-baru ini.
Tak hanya itu, ia menyoroti aspek efisiensi energi. Dengan berkurangnya mobilitas harian pekerja ke kantor, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dinilai dapat ditekan.
Penghematan ini, dalam skala besar, berpotensi mengurangi beban energi nasional sekaligus menekan biaya operasional individu.
Meski demikian, Purbaya menegaskan kebijakan tersebut cukup diterapkan satu hari dalam sepekan.
Pembatasan ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas.
“Kita ingin tetap ada ritme kerja yang terjaga, tanpa mengorbankan kinerja,” katanya.
Gagasan ini sejalan dengan dukungan sejumlah kalangan terhadap penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Skema kerja fleksibel tersebut dinilai tidak hanya memberi ruang mobilitas yang lebih luas. Tetapi juga membuka peluang bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tujuan wisata.
Di sisi lain, fleksibilitas kerja juga diyakini mampu meningkatkan produktivitas ASN.
Lingkungan kerja yang lebih dinamis dianggap dapat mengurangi kejenuhan akibat rutinitas kantor yang monoton.
Dengan demikian, pekerja diharapkan kembali lebih segar dan fokus saat menjalankan tugasnya.
Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan merumuskan kebijakan yang tidak sekadar adaptif terhadap perubahan pola kerja. Namun, t juga mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. ***



