Mendadak Viral Bukber “Ibu-Ibu Dress Code Hitam” di Hotel, Makanan 350 Porsi Ludes dan Ayam Display Ikut Hilang

KLIKNUSAE.com – Cerita tentang rombongan tamu buka puasa bersama (bukber) di sebuah hotel mendadak viral di media sosial.

Kisah itu pertama kali mencuat lewat unggahan akun Threads milik pengguna bernama @bagusprahara, yang mengaku sebagai pekerja di bagian dapur hotel.

Dalam unggahannya, ia menceritakan pengalaman tak biasa saat menangani acara iftar dengan jumlah tamu sekitar 350 orang.

Sejak siang hari, tim dapur sudah mendapat pemberitahuan dari bagian pelayanan makanan dan minuman. Atau sering menyebutnya Food and Beverage Service bahwa akan ada rombongan besar untuk buka puasa.

“Mas, tamu iftar 350 pack ya,” tulisnya menirukan pesan dari rekan kerja.

Karena kebetulan bertugas pada shift tengah, ia dan tim dapur langsung bersiap memasak dalam jumlah besar.

Namun menjelang sore, seorang rekan sempat berkomentar setengah bercanda agar makanan diperbanyak.

“Bro, kayaknya yang makan ganas. Agak banyakin aja masakannya,” ujar rekannya.

Ia sempat tak percaya. Namun rekannya mengaku baru saja melihat kondisi di area depan.

Di sana tampak rombongan tamu yang didominasi ibu-ibu dengan dress code hitam, sementara para pria dari rombongan itu berkumpul sambil merokok.

“Wajah-wajahnya tipe yang kalau makan gelap mata,” tulisnya.

Ketika azan magrib berkumandang, area buffet hotel langsung dipenuhi tamu. Situasi pun cepat berubah menjadi riuh.

Beberapa tamu reguler disebut mulai mengeluh karena makanan cepat habis.

Yang membuat kaget, menurut cerita tersebut, sebagian tamu dari rombongan justru terlihat berusaha membungkus makanan.

Penulis cerita mengaku sempat melihat seorang ibu mengaduk-aduk tasnya.

Ketika diperhatikan, ternyata ia mengeluarkan plastik yang diduga akan digunakan untuk membungkus makanan dari meja buffet.

Saat itu, ayam goreng yang baru saja dikeluarkan dari dapur sedang disiapkan di meja hidangan.

Ia pun segera melapor kepada supervisor.

Supervisor tersebut akhirnya menegur tamu dengan nada yang disebut “gemas menahan emosi”.

“Kalau mau marah juga tidak enak, karena tetap tamu,” tulisnya.

Colok Makan, Colok Makan

Di dapur, situasi menjadi semakin sibuk. Tim dapur dan bahkan anak magang disebut harus bekerja cepat melakukan pengisian ulang makanan.

“Refill, refill, refill,” tulisnya.

Namun baru sekitar setengah jam setelah waktu berbuka, makanan yang disiapkan untuk sekitar 350 porsi disebut sudah habis.

Tim dapur pun harus kembali memasak tambahan.

Masalah tak berhenti di situ. Seorang tamu bahkan datang mengadu kepada petugas dapur agar beberapa ibu-ibu tidak diperbolehkan membungkus makanan karena tamu lain belum kebagian lauk.

Keluhan lain juga muncul dari staf bar. Ia bercerita ada tamu yang mengambil buah langsung dari meja buffet menggunakan garpu buah, lalu langsung memakannya di tempat tanpa menggunakan piring.

“Ada yang colok-makan, colok-makan,” tulisnya menggambarkan situasi tersebut.

Beberapa staf lain juga mengaku melihat tamu mengambil makanan langsung dengan tangan, yang membuat sebagian pengunjung lain merasa tidak nyaman.

Namun kejadian paling mengherankan terjadi di salah satu stan makanan Timur Tengah, yakni ayam mandhi.

Di sana terdapat dua ekor ayam utuh yang sengaja dipajang sebagai display.

Saat ayam potong untuk tamu habis, seorang anak magang kembali ke dapur untuk mengambil stok tambahan.

Ketika kembali ke stan, dua ekor ayam utuh yang sebelumnya menjadi pajangan disebut sudah tidak ada.

Beneran hilang total. Sampai sekarang kami tidak tahu itu ayam pindah alam atau pindah tas,” tulisnya.

Unggahan tersebut langsung ramai diperbincangkan warganet di Threads dan berbagai platform media sosial lain.

Banyak pengguna internet yang menyoroti perilaku tamu yang dinilai tidak sesuai dengan etika makan di hotel.

Penulis cerita menutup kisahnya dengan refleksi tentang pekerjaannya di dunia perhotelan.

“Kerja di hospitality itu harus siap mental lihat kelakuan manusia versi real tanpa filter,” tulisnya. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya