Warung Gratis Alam Sunda, Memberikan Pelayanan Tanpa Perbedaan

KLIKNUSAE.com – Di bawah atap rumah makan khas Sunda itu, siang tak sekadar soal perut kenyang.

Ada antrean yang rapi, senyum yang bersahaja, dan aroma nasi hangat yang menenangkan.

Sabtu, 31 Januari 2026, ketika Kliknusae.com berkunjung ke Warung Nasi Alam Sunda di Jalan Raya Kota Bunga No. 61, Palasari, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat tampak seperti hari-hari biasa.

Bedanya, tak ada transaksi di kasir. Yang ada justru banner di dinding bertuliskan “Warung Gratis Alam Sunda”.

Warga berdatangan sejak jelang tengah hari. Mereka mengantre tertib, menunggu giliran untuk menikmati makan siang.

Di meja saji, lauk tersusun rapi: ayam goreng, telur, sayur-sayuran, lengkap dengan nasi hangat.

Para pelayan menyambut dengan keramahan yang sama seperti kepada pengunjung berbayar.

Kursi dan meja yang dipakai pun tak dibedakan. Di sini, kata “gratis” tak berarti kelas dua.

“Alhamdulillah, saya selalu mendapatkan makan siang di sini. Ini ada ayam, telur, sayuran—enak pokoknya,” ujar Mainuna, warga Desa Loji, sambil tersenyum.

Rasa Dihargai

Ia mengaku kerap singgah ketika Warung Gratis Alam Sunda dibuka untuk warga. Baginya, makan siang ini bukan hanya soal rasa, melainkan juga tentang rasa dihargai.

Di antara mereka, Rahmat, sopir angkot rute Cipanas–Loji, mengaku hampir tak pernah absen mampir saat jam makan siang.

“Saya tiap makan siang mampir di sini. Ada makan gratis dari Pak Haji. Dia benar-benar pengusaha yang baik sekali,” kata Rahmat, kemarin.

Bagi para sopir, berhenti di warung itu bukan hanya soal mengenyangkan perut. Di sela waktu rehat yang singkat, mereka menemukan ruang untuk sejenak menurunkan beban hari.

Obrolan ringan mengalir di antara kepulan uap nasi dan aroma masakan rumahan. Tawa kecil terdengar, seakan menepis letih yang mengendap sejak pagi.

Di tengah ritme jalan raya yang tak pernah benar-benar sunyi, Warung Nasi Alam Sunda menjelma oase kecil

Di balik dapur yang mengepul uap, ada niat baik yang konsisten.

Nama H Vhandy Adam—yang akrab disapa Kang Haji Vhandy atau Vandy Alamsunda—bukan sosok asing bagi warga Cianjur.

Santunan Anak Yatim

Kedermawanannya sudah lama bergaung, dari dapur gratis hingga santunan rutin untuk ribuan anak yatim piatu.

Tak sekali ia mengumpulkan 2.000 anak yatim, masing-masing menerima santunan Rp100 ribu, tapi setiap bulan.

Angka-angka itu mungkin tampak statistik, tetapi di hadapan sepiring nasi hangat, maknanya menjelma pengalaman yang nyata.

Warung Gratis Alam Sunda menghadirkan potret kecil tentang bagaimana solidaritas bekerja di tingkat paling sederhana, meja makan.

Tak ada panggung besar, tak ada seremoni. Yang ada hanyalah rutinitas memberi—tenang, konsisten, dan tanpa jarak.

Di Cipanas, makan siang gratis itu bukan sekadar program sosial. Ia menjadi pertemuan singkat antara mereka yang memberi dan mereka yang menerima, dalam suasana yang setara. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya