Riuh Tawa Chef Cilik Belajar Memasak, Menyemai Rasa Ingin Tahu di Dapur Hotel

KLIKNUSAE.com – Riuh tawa anak-anak memenuhi Cendana Restaurant, Sari Ater Kamboti Hotel Bandung, Minggu pagi, 8 Februari 2026.

Dengan topi koki yang tampak kebesaran di kepala dan celemek yang menggelantung di tubuh mungil, mereka berdiri berjajar di depan meja dapur.

Di hadapan mereka, bahan-bahan masakan tersusun rapi: sayuran, adonan, hingga peralatan memasak yang membuat suasana restoran seketika berubah seperti dapur profesional mini.

Satu per satu anak mencoba mengikuti instruksi chef hotel. Ada yang cekatan mengaduk adonan, ada pula yang masih ragu memegang sendok takar.

Sesekali terdengar tawa pecah ketika adonan tumpah atau hasil racikan tak sesuai bayangan.

Wajah polos mereka menampakkan kegembiraan sekaligus kebingungan yang wajar—antara ingin cepat berhasil dan masih belajar memahami langkah demi langkah memasak.

Kegiatan Cooking Class Kids ini menjadi ruang bermain sekaligus belajar bagi anak-anak. Mereka tak sekadar diajak mencampur bahan dan menata makanan.

Tetapi juga dikenalkan pada proses dapur hotel: bagaimana makanan disiapkan, kebersihan dijaga, hingga kerja tim para koki di balik hidangan yang tersaji untuk tamu.

Edukasi Ringan

Sementara itu, General Manager Sari Ater Kamboti, Vini Novianti, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari edukasi ringan bagi anak-anak.

Melalui pengalaman langsung, anak-anak dikenalkan pada ragam masakan Nusantara sekaligus proses penyajiannya di hotel.

Para peserta Cooking Class Kids mencoba makanan di atas meja. (Foto: Kliknusae.com/Adhi)

“Kami ingin anak-anak punya pengalaman baru, belajar mengenal makanan Indonesia, dan melihat bagaimana dapur hotel bekerja,” ujar Vini.

Ia menyebutkan, minat peserta cukup tinggi. Sejak pagi, area restoran dipenuhi keluarga yang datang mengantar anak-anak mereka mengikuti kelas memasak.

“Alhamdulillah, animo pengunjung untuk mengikuti acara ini cukup tinggi. Anak-anak terlihat senang,” kata dia.

Di sudut ruangan, sejumlah orang tua memperhatikan anak-anak mereka dengan wajah sumringah.

Sang Buah Hati

Beberapa mengabadikan momen ketika sang buah hati mencoba mengaduk adonan atau menghias makanan hasil masakannya sendiri.

Bagi mereka, kegiatan semacam ini bukan sekadar hiburan akhir pekan, melainkan pengalaman belajar yang berkesan.

Salah seorang orang tua peserta mengaku senang melihat antusiasme anaknya.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak saya memang senang ikut-ikut saya masak di dapur. Di sini dia jadi bisa belajar lebih serius, tapi tetap sambil bermain,” ujarnya.

Menjelang siang, hasil masakan sederhana buatan anak-anak pun dipamerkan. Tak semua rapi, tak semua sempurna.

Namun, dari dapur kecil itu, tersaji kegembiraan: tentang keberanian mencoba, tentang rasa ingin tahu yang tumbuh, dan tentang pengalaman pertama menjadi “koki” di dapur hotel. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya