Kadin Indonesia Selangkah Lagi Realisasikan Kerja Sama Pengadaan Susu dengan US Dairy
KLIKNUSAE.com — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kian mendekati tahap finalisasi kerja sama pengadaan susu dengan United States Dairy Export Council (US Dairy).
Sinyal penguatan kemitraan itu menguat setelah Kadin kembali menerima kunjungan delegasi US Dairy.
Mereka datang bersama sejumlah pengusaha Amerika Serikat untuk berdiskusi langsung dengan pelaku usaha di Tanah Air.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal yang telah terbangun sebelumnya.
Menurut dia, kerja sama kini memasuki fase pengongkretan dalam kerangka kebijakan pemerintah yang tengah difinalkan pasca kesepakatan tarif.
“Ini bagian dari tindak lanjut kesepakatan yang sudah ada dan akan semakin dikongkretkan atau dipererat. Tentunya dalam kerangka kesepakatan yang dibuat pemerintah yang akan segera difinalkan pasca kesepakatan tarif,” ujar Anindya dalam keterangan resmi, Selasa, 3 Februari 2026.
Anindya menekankan pentingnya pertemuan langsung antarpelaku industri dairy kedua negara.
Bagi dia, kemitraan tidak berhenti pada urusan dagang dan investasi semata, melainkan juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan teknologi.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie saat menjadi salah satu pembucara di World Economic Forum di Davos, belum lama ini. (Instagram/@anindyabakrie)
Saling Belajar
“Sebagai pelaku di lapangan, para pengusaha dairy dari kedua negara memang harus saling bertemu dan berdiskusi. Tidak hanya saling berdagang dan berinvestasi, tapi juga saling belajar, pertukaran teknologi, dan lain sebagainya,” katanya.
Dari sisi Indonesia, kerja sama pengadaan susu dinilai strategis karena bersinggungan dengan program prioritas nasional.
Termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) serta agenda besar ketahanan pangan.
Sementara bagi Amerika Serikat, Indonesia dipandang sebagai mitra potensial. Baik dari sisi pasar maupun kebutuhan bahan baku dan peluang investasi di sektor hilir.
Kadin menilai kolaborasi ini bersifat saling melengkapi. Di satu sisi, Indonesia membutuhkan dukungan pasokan dan penguatan ekosistem industri susu.
Di sisi lain, produsen dairy Amerika memperoleh akses pasar yang besar dan ruang kerja sama jangka panjang.
“Ini akan saling melengkapi dan saling menguntungkan. Semoga sinergi dan kerja sama ini bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan kesejahteraan,” ujar Anindya. ***



