Turis Arab Pilih Hotel Bintang dan Pemandian Air Panas Selama Berlibur di Indonesia
KLIKNUSAE.com – Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Barat, Daniel G Nugraha menyebut kebiasaan turis Arab atau wisatawan asal Timur Tengah.
Dimana mereka memiliki kecenderungan kuat dalam memilih akomodasi selama berlibur di Indonesia.
Mereka umumnya tidak sembarang menginap dan lebih memilih hotel berbintang empat hingga lima.
Daniel menjelaskan, bersama anggota keluarganya turis Arab biasanya memulai perjalanan dari Jakarta sebelum melanjutkan liburan ke kawasan Puncak selama sekitar lima hari.
Setelah itu, perjalanan kerap berlanjut ke wilayah Bandung dan sekitarnya selama tiga hari.
“Setelah dari Jakarta, terus ke Puncak selama lima hari. Biasanya mereka masih ada tiga hari di sekitar Bandung. Check-in di hotel-hotel bintang empat atau bintang lima di sekitar Kota Bandung, bahkan di apartemen,” kata Daniel, baru-baru ini.
Tak hanya hotel, wisatawan asal Timur Tengah juga kerap memilih vila maupun resor. Terutama di kawasan Ciater, Kabupaten Subang.
Menurut Daniel, keberadaan pemandian air panas menjadi daya tarik utama kawasan tersebut bagi turis Arab.
“Dan tidak jarang mereka juga mengambil vila atau resor di sekitar Ciater karena ada pemandian air panas,” ujarnya.
Suka Luxury
Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengakui bahwa wisatawan asal Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya tidak memiliki persoalan dalam hal belanja selama berwisata.
“Enggak masalah soal belanja karena mereka pada dasarnya suka luxury,” kata Marthini.
Daniel menambahkan, saat berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Utamanya, Lombok, wisatawan Arab cenderung mencari konsep wisata mewah atau luxury tourism.
Selain mengedepankan kemewahan, mereka juga memperhatikan ketersediaan fasilitas yang mendukung kebutuhan halal.
“Mereka yang mencari kemewahan wisata tanpa mengecualikan fasilitas halal, biasanya memilih daerah NTB, khususnya Lombok,” ujar Daniel.
Adapun ketika berada di Jakarta, baik untuk berlibur maupun sekadar transit, wisata belanja menjadi agenda yang tak terpisahkan.
Daniel menyebut, turis Arab bahkan sengaja memilih hotel yang terhubung langsung dengan pusat perbelanjaan ternama.
“Jadi area Thamrin City, Grand Indonesia, dengan hotel-hotel yang ada di situ semua, termasuk Grand Hyatt, Kempinski, dan Ascott,” tuturnya.
Menurut Daniel, meski di negara asalnya telah tersedia banyak pusat perbelanjaan dan merek ternama, wisatawan Arab tetap menjadikan mal-mal di Jakarta sebagai destinasi wajib.
“Walaupun mungkin di negaranya sudah banyak barang-barang branded, mal-mal besar. Tetapi tetap saja kalau datang ke Jakarta mereka rindu dengan mal,” pungkas Daniel.



