Disparbud Jabar Luncurkan “Calendar of Events 2026” di Taman Budaya

KLIKNUSAE.com – Teater Tertutup Taman Budaya, Kota Bandung, Selasa siang 27 Januari 2026   menjadi penanda dimulainya satu tahun penuh perayaan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat meluncurkan Calendar of Events Jawa Barat 2026.

Sebuah daftar panjang festival, ritus budaya, hingga perhelatan seni yang akan digelar nyaris tanpa jeda sepanjang tahun.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaruh harapan besar pada kalender ini. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyebut rangkaian event tersebut sebagai mesin penggerak kunjungan wisatawan sekaligus ekonomi daerah.

Statistik pariwisata Jawa Barat, kata dia, menunjukkan tren positif. Alam yang beragam dan kekayaan budaya dari tiga wilayah yakni Priangan, Pantura, dan Cirebonan menjadi modal utama.

“Targetnya jelas, kunjungan harus melampaui tahun lalu,” ujar Herman.

Pariwisata, menurut dia, bukan sekadar soal angka kunjungan, tetapi juga dampak berantai terhadap ekonomi lokal.

Jangan Korbankan Alam

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Iendra Sofyan menyerahkan piagam penghargaan ke beberapa pengelola objek wisata yang ada yang ikut berpartisipasi dalam Calendar of Events Jawa Barat 2026. (Foto: Kliknusae.com/Ist)

Namun, ada catatan penting. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa pariwisata tidak boleh kehilangan akar.

Pertumbuhan, kata Herman menirukan pesan gubernur, harus berjalan seiring dengan karakter budaya dan kelestarian lingkungan.

“Pariwisata boleh tumbuh, tapi tidak dengan mengorbankan alam,” ujarnya.

Sejumlah agenda unggulan Jawa Barat bahkan berhasil menembus Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, program nasional Kementerian Pariwisata.

Di antaranya Asia Afrika Festival, Nyaneut Festival, Cap Go Meh Street Festival, Bandung Arts Festival, Gebyar Pesona Budaya Garut, Festival Budaya Cai Diraga, Bandung Philharmonic Orchestra, hingga West Java Festival.

Selebihnya, kalender ini dipenuhi warna-warni lokal: ritual adat, festival kuliner, lomba olahraga alam, hingga perayaan hari jadi daerah.

Dari Nyawang Bulan di Kabupaten Bandung pada Januari, Seren Taun Cigugur di Kuningan pada Juni, hingga West Java Festival yang membentang lintas daerah pada September.

Dengan ratusan event yang tersebar dari pesisir Pangandaran hingga pegunungan Cianjur, Jawa Barat tampaknya ingin memastikan satu hal. Tak ada bulan tanpa perayaan, dan tak ada sudut tanpa cerita.

Kalender ini bukan sekadar jadwal. Ia adalah peta harapan bahwa pariwisata Jawa Barat dapat tumbuh dengan berakar pada budaya. Berjalan berdampingan dengan alam, dan memberi manfaat bagi masyarakatnya. ***

 

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya