Okupansi Hotel Merosot Saat Libur Panjang Lebaran, PHRI Jabar Sebut Tak Seperti Tahun Lalu
KLIKNUSAE.com – Meski libur panjang Lebaran kerap jadi berkah bagi industri perhotelan, tahun ini ceritanya berbeda.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, menyebut tingkat hunian hotel di wilayahnya mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun lalu.
“Secara rata-rata ada penurunan sekitar 30 persen,” ujar Dodi saat dihubungi, Jumat, 4 April 2025.
Menurutnya, penurunan ini mulai terlihat sejak bulan puasa. Jika pada Ramadan 2024 lalu okupansi hotel bisa mencapai 50 persen, tahun ini anjlok menjadi hanya sekitar 20 persen.
Ia menyebut salah satu penyebab utamanya adalah larangan penyelenggaraan rapat atau pertemuan di hotel selama bulan puasa.
“Dulu meeting masih boleh diadakan di hotel, sekarang tidak. Itu sangat berpengaruh,” kata Dodi.
BACA JUGA: Asyiknya Menghabiskan Libur Lebaran 2025 di Sari Ater Cabins & Beach Campervan Park
Masih Pesimis
Namun, kondisi mulai membaik memasuki masa libur cuti bersama Lebaran. Okupansi hotel mulai menunjukkan tren kenaikan sejak 28 Maret.
Dari semula 45 persen, melonjak menjadi 85–90 persen pada 31 Maret hingga 5 April.
“Peningkatan ini terjadi cukup merata, tidak hanya di daerah wisata. Bogor, Tasikmalaya, semuanya mengalami lonjakan,” ujarnya.
Meski demikian, angka itu masih tertinggal dari capaian tahun sebelumnya. Pada Lebaran 2024, tingkat okupansi hotel di Jawa Barat sempat menyentuh 95 hingga 100 persen. Kini, capaian tertinggi baru mencapai 90 persen.
Dodi pesimistis tren kenaikan ini akan berlanjut. Ia memperkirakan mulai Sabtu, 5 April, para wisatawan akan mulai meninggalkan hotel untuk kembali ke rutinitas pekerjaan masing-masing.
“Sepertinya tidak akan tembus seperti tahun lalu. Hari ini mungkin puncaknya, besok sudah mulai sepi,” tutupnya.
Hal senada juga dikemukakan Ketua Riung Priangan Arief Bonafianto bahwa kondisi tingkat hunian kamar pada lebaran tahun ini(2025) turun cukup signifikan.
“Iya, turun jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kalau pun ada hotel yang bisa mencapai 50 persen okupansinya, sudah hebat juga itu,” katanya.
Oleh sebab itu, libur panjang lebaran 2025 ini tak terlalu berdampak siginifikan pada tingkat hunian kamar hotel di Kota Bandung. ***