Arus Mudik dan Wisata di Jawa Barat Meningkat, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan

KLIKNUSAE.com – Arus mudik dan kunjungan wisata di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan selama periode Angkutan Lebaran 2025. Hingga hari kedua Lebaran, Selasa 1 April 2024 lebih dari 11,8 juta pelanggan menggunakan layanan kereta api.

Sementara volume kendaraan di jalur utama, termasuk Tol Cikampek, meningkat tajam.

Untuk mengatasi kepadatan, Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan bersama pihak kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas. Termasuk sistem contraflow di Cikampek dan ganjil-genap di jalur wisata Puncak, Bogor.

Selain itu, destinasi wisata seperti Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Tangkuban Perahu di Bandung, dan Pantai Sindangkerta di Tasikmalaya mulai dipadati pengunjung. Menandai tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar menyatakan bahwa lonjakan arus mudik dan wisata ini sudah diprediksi sebelumnya.

Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memastikan keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan.

Di sektor transportasi darat, jumlah penumpang di terminal bus mengalami penurunan. Terminal Tipe A mencatat 18.332 penumpang pada 31 Maret 2025. Mengalami penurunan 27,15 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan lebih besar terjadi di Terminal Tipe B yang hanya melayani 3.196 penumpang, turun 55,36 persen.

Penumpang Kereta Api

Sedangkan, pergerakan penumpang kereta api di beberapa wilayah menunjukkan tren beragam.

Di wilayah Daop I, jumlah penumpang komuter mencapai 21.951 orang, mengalami penurunan sebesar 12,65 persen.

Sementara itu, di Daop II, jumlah penumpang jarak jauh menurun 6,18 persen menjadi 25.051 orang.

Namun, layanan kereta lokal mengalami lonjakan hingga 38,14 persen dengan total 58.811 penumpang.

Di Daop III, terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 16,44 persen menjadi 13.228 orang. Untuk layanan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), tercatat 17.878 penumpang, mengalami penurunan sebesar 22,66 persen.

Di sektor udara, Bandara Kertajati melayani 510 penumpang, mengalami penurunan 12,52 persen dibandingkan hari sebelumnya.

BACA JUGA: Kemacetan Parah di Kawasan Lembang Saat Libur Lebaran, Wisatawan Ramai Kunjungi Sari Ater Subang

Bandara Nusawiru Pangandaran

Sedangkan di Bandara Nusawiru, hanya tercatat 28 penumpang dengan tidak adanya penerbangan pada hari sebelumnya.

Lonjakan kendaraan juga terjadi di sejumlah ruas tol utama di Jawa Barat. Ruas Tol Cipularang mencatat peningkatan kendaraan masuk sebesar 70,69 persen atau sebanyak 59.881 kendaraan.

Begitu pun, jumlah kendaraan yang keluar meningkat 69,68 persen atau sebanyak 42.134 kendaraan. Peningkatan serupa terjadi di ruas Tol Padaleunyi dengan kenaikan 64,72 persen. Yakni, untuk kendaraan masuk dan 67,04 persen untuk kendaraan keluar.

Berdasarkan data traffic counting lidar pada 31 Maret 2025, terjadi penurunan jumlah kendaraan di beberapa jalur utama Jawa Barat. Jalur Pantura mengalami penurunan 2,7 persen dengan mayoritas kendaraan roda dua mencapai 73,6 persen.

Jalur Tengah mengalami penurunan 5,9 persen, juga didominasi kendaraan roda dua sebesar 70,3 persen.

Pada Jalur Selatan, jumlah kendaraan menurun 4 persen, sementara di Jalur Wisata terjadi penurunan 0,8 persen.

Pemda Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran arus balik. Serta kesiapan infrastruktur transportasi menghadapi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Dengan langkah-langkah strategis yang telah diterapkan, diharapkan mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan aman. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya