Peringatan HUT Ke-48 Sari Ater, Ini Pesan Direktur Operasional Herrie Hermanie

KLIKNUSAE.com – Peringatan HUT Ke-48  Sari Ater dilaksanakan secara hybrid dari Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa 15 Maret 2022.

Karena masih dalam situasi pandemi dan adanya pembatasan aturan PPKM, undangan yang hadir dibatasi hanya beberapa orang saja.

Para undangan tersebut yakni meliputi jajaran Head of Departemen, dan Supervisor dari Corporate. Selebihnya para karyawan mengikuti melalui virtual (zoom).

Namun demikian, dengan kesederhanaan acara ini, tidak mengurangi makna perjalanan panjang Taman Rekreasi Pemandian Air Panas dan Sari Ater Hotel & Resort. Khususnya, dalam melewati masa-masa kritis Pandemi Covid-19.

Hadir dalam acara HUT Ke-48 Sari Ater tersebut Direktur Utama Hj Metty Hendriatty, Direktur Operasional Herrie Hermanie Soewarma, Dewan Komisaris H Suhendar, General Manager Sari Ater Hotel & Resort Ari Hermowo, General Manager Sari Ater Kamboti Hotel Bandung, Iwan Rismawardani dan jajaran Sari Ater lainnya.

Apresiasi Terhadap Karyawan

Direktur Operasional PT Sari Ater Herrie Hermanie Soewarma dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan PT Sari Ater yang telah bersama-sama berjuang melewati Pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Sari Ater Berangkatkan Karyawan Umrah, Ada Yang Mandiri Lho

“Ini sudah yang ke 4 kali (tahun) kita memperingati HUT Sari Ater tanpa kehadiran para pendiri. Mereka telah meninggalkan kita. Mari kita berdoa agar beliau-beliau mendapatkan tempat yang mulai di sisi Allah SWT,” kata Herrie mengawali sambutannya.

Pandemi, kata Herrie, telah merubah semua lini kehidupan masyarakat. Tidak saja di Indonesia, tetapi di seluruh dunia.

“Kita telah melalui pengalaman Pandemi, yang belum pernah ada contoh sebelumnya. Kondisi ini terjadi tidak saja di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia,” katanya.

Herrie merasa bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas dedikasi para karyawan dalam bersama-sama menghadapi Pandemi Corona.

“Banyak perusahan-perusahaan lain yang tidak bisa bertahan karena kerasnya hantaman Covid-19. Namun kita masih bersyukur, Sari Ater masih bertahan hingga hari ini,” ujarnya.

Selama 2 tahun, lanjutnya, perusahaan berusaha keras untuk tetap bisa survive meski harus tutup karena anjuran pemerintah.

“Selama itu, kita sama sekali tidak mendapatkan penghasilan. Taman Rekreasi tutup, disusul kemudian dengan penutupan hotel,” ungkapnya.

Kilas Balik Pandemi Covid-19

Herrie juga kembali menyampaikan kilas balik, bagaimana perusahaan berjuang antara “hidup dan mati” untuk menyelamatkan agar bisa terus berjalan.

BACA JUGA: Sari Ater Menggelar Kegiatan Sosial Pengobatan Gratis

Dimulai dengan pengunjung yang terus merosot hingga berhenti sama sekali. Okupansi hotel tinggal 20 persen.

“Disinilah, manajemen dengan rasa berat belum bisa memenuhi gaji karyawan secara full. Dimulai dengan hanya 70 persen kita berikan. Turun lagi menjadi 50 persen,” paparnya.

“Ternyata apa yang kita harapkan belum juga terlihat. Kondisi pandemi makin memburuk sehingga kita hanya bisa memberikan 25 persen gaji,” lanjutnya.

Namun Herrie merasa terharu karena para karyawan sangat memahami keadaan yang terjadi. Meski hanya menerima 25 persen penghasilan, banyak diantara karyawan masih masuk kerja tanpa melihat waktu.

” Saya liat karyawan masih ada di lapangan. Bantu-bantu dari pojok a sampai z. Walau pun tidak semua, tapi tetap produktif melakukan pekerjaan sesuai jam kerja, hanya 25 persen,” ungkapnya.

Begitu pun terhadap pembayaran ke supplier, aku Herrie, sempat mengalami penundaan. Beruntungnya, mereka ikut memahami terhadap persoalan yang dihadapi perusahaan.

“Biasanya 14 hari kita sudah teriak-teriak kepada supplier agar segera mengambil uang pembayaran. Ketika pandemi pada bulan September-November, kita minta menunda pembayaran sampai 3 bulan. Alhamdullilah mereka mengerti,” tandasnya.

Jangan Terlena

Sementara itu memasuki masa pemulihan seperti sekarang, Herrie mengingatkan kepada seluruh jajaran di PT Sari Ater dan perusahaan lainnya untuk tidak terlena.

“Semua perusahaan di luar sana saat ini sedang bangkit, berkompetisi menuju kebangkitan. Oleh sebab itu, kita tidak boleh lengah dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada tamu,” pintanya.

Apalagi jika beberapa proyek besar yang sedang dipersiapkan pemerintah Jawa Barat selasai, maka Ciater menjadi sangat penting dan strategis.

Ketika Pelabuhan Patimban selesai, Bandara Kertajati difungsikan optimal, maka kawasan Subang Selatan akan memiliki daya tarik tersendiri.

Terlebih dengan udara pegunungan seperti di Kecamatan Ciater dan sekitarnya dipastikan menjadi incaran pengusaha pariwisata.

“Ini juga menjadi tantangan bagi kita. dengan demikian, tingkat persaingan akan semakin ketat. Dan, klaitas sarana serta pelayanan menjadi sorotan dan pertimbangan mendasar, ” tambahnya.

Masih dalam rangkaian HUT Sari Ater, perusahaan menyampaikan  penghargaan kepada karyawan terbaik. Termasuk memberikan karyawan yang beruntung untuk  berkesempatan menjalankan ibadah umrah. ****

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya